Pendidikan 20 Jun 2025, 10:59

Wamendikdasmen: Jangan Ada Lagi Kecurangan dan Jual Beli Kursi di SPMB

Wamendikdasmen Ingatkan Soal Kecurangan dan Jual Beli Kursi di SPMB JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Wamendikdasmen) mengingatkan seluruh pihak terkait...

Wamendikdasmen Ingatkan Soal Kecurangan dan Jual Beli Kursi di SPMB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Wamendikdasmen) mengingatkan seluruh pihak terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) untuk menjauhi praktik kecurangan dan jual beli kursi. Penegasan ini disampaikan di tengah temuan kasus perjokian dalam seleksi mandiri Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun 2024, yang menjadi perhatian serius.

"Kami tidak akan mentolerir segala bentuk kecurangan dan praktik jual beli kursi dalam SPMB. Ini adalah tindakan yang mencederai integritas pendidikan dan merugikan calon mahasiswa yang berpotensi," ujar Wamendikdasmen, Selasa (25/6/2024).

Kasus Perjokian di Unpad Jadi Sorotan

Sebelumnya, Unpad menemukan sejumlah joki yang mencoba mengikuti seleksi mandiri atau SMUP 2024. Ironisnya, beberapa joki tersebut bahkan memilih Jurusan Kedokteran, salah satu program studi dengan persaingan terketat. Temuan ini mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk memanipulasi hasil seleksi dan mendapatkan kursi secara tidak sah.

Rektor Unpad, Prof. Rina Indiastuti, menyatakan pihaknya telah mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku perjokian. "Kami telah membatalkan keikutsertaan para joki dan melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib untuk proses hukum lebih lanjut. Kami berkomitmen untuk menjaga integritas SMUP dan memastikan seleksi berjalan secara adil dan transparan," tegasnya.

Jadwal Daftar Ulang SPMB Jatim 2025

Di sisi lain, persiapan SPMB di berbagai daerah terus berjalan. Di Jawa Timur, jadwal daftar ulang SPMB 2025 telah ditetapkan pada tanggal 20-21 Juni 2025. Proses daftar ulang ini dilakukan secara luring, mengharuskan calon mahasiswa datang langsung ke sekolah yang bersangkutan.

"Kami mengimbau kepada seluruh calon mahasiswa yang dinyatakan lulus SPMB Jatim 2025 untuk segera melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pastikan untuk membawa seluruh dokumen yang diperlukan dan mengikuti prosedur yang berlaku," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai.

Perhatian Pemerintah pada Lagu Anak-anak

Di luar isu SPMB, pemerintah juga menunjukkan kepedulian terhadap perkembangan lagu anak-anak Indonesia. Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat dan mengembangkan lagu anak-anak Indonesia.

"Lagu anak-anak memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan identitas generasi muda. Pemerintah akan terus mendukung upaya-upaya pelestarian dan pengembangan lagu anak-anak melalui berbagai program dan kegiatan," ujar Fadli Zon.

Tunjangan Kinerja Dosen ASN

Sementara itu, Aliansi Dosen ASN Kemendikti menyampaikan protes terkait proses pencairan tunjangan kinerja (Tukin) untuk para dosen ASN yang dianggap membingungkan. Mereka berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan masalah ini dan memastikan pencairan Tukin berjalan lancar dan transparan.

LPDP untuk Warga Kurang Mampu di Wilayah 3T

Dalam upaya memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memiliki program khusus yang menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program ini memberikan beasiswa kepada warga kurang mampu yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Berbagai isu terkait dunia pendidikan terus menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat. Mulai dari upaya menjaga integritas SPMB, pengembangan lagu anak-anak, hingga peningkatan kesejahteraan dosen ASN, semua menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Diharapkan, dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, pendidikan di Indonesia dapat semakin maju dan memberikan manfaat bagi seluruh anak bangsa.

Sumber: edukasi.kompas.com