Uji Coba Jaringan 6G di Jakarta: Kecepatan Internet Tembus 10 Gbps
Inovasi Mahasiswa Undip: Digitalisasi Sistem Mina Padi Raih Juara Nasional Semarang, Liputan6.com - Tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Dip...
Inovasi Mahasiswa Undip: Digitalisasi Sistem Mina Padi Raih Juara Nasional
Semarang, Liputan6.com - Tiga mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) menciptakan inovasi digitalisasi sistem mina padi yang diberi nama Many Paddy. Inovasi ini berhasil meraih juara pertama tingkat nasional dalam kompetisi Social and Technology Innovation Challenge (SoTech) yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Refinery Unit III Plaju Palembang Sumatera Selatan bekerja sama dengan Yayasan Antara Djaya. Kapan inovasi ini diciptakan? Prosesnya berlangsung sejak Februari hingga pengumuman juara baru-baru ini. Dimana inovasi ini diujicobakan? Inovasi ini berfokus pada solusi permasalahan agrikultur di wilayah Banyuasin, Sumatera Selatan. Mengapa inovasi ini penting? Karena menawarkan solusi cerdas untuk optimalisasi sumber daya dalam kegiatan agrikultur. Bagaimana inovasi ini bekerja? Melalui integrasi sensor dan digitalisasi untuk pengelolaan air dan nutrisi dalam sistem mina padi.
Tim ICEDEEP (Inovasi Cerdas untuk Pengembangan Pertanian) yang terdiri dari Syaikha Butsaina Dhiya’ulhaq (ketua tim, angkatan 2020), Malika Pintanada Kaladinanty (angkatan 2022), dan Haliza Ramadiani (angkatan 2022), dengan dosen pembimbing Mohamad Endy Yulianto ST, MT, berhasil mengungguli 189 peserta dari 71 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Kompetisi SoTech merupakan ajang case-based competition yang menantang peserta untuk mencari solusi inovatif terhadap lima topik permasalahan seputar agrikultur (pertanian, perikanan, dan peternakan) yang dihadapi oleh pelaku kegiatan di area Banyuasin, Sumatera Selatan. Peserta dituntut untuk memberikan solusi melalui inovasi penerapan IPTEK (kategori Teknologi) dan langkah pendampingan (kategori Sosial) yang dikembangkan.
Syaikha menjelaskan bahwa rangkaian kompetisi SoTech dimulai sejak bulan Februari. "Dalam babak penyisihan 12 besar, masing-masing tim diminta untuk membuat prototype inovasi melalui pendanaan SoTech senilai Rp2.000.000 tiap tim. Grand Final diselenggarakan di Palembang Indah Mall untuk presentasi sekaligus simulasi hasil prototype yang dikembangkan," ujarnya.
Many Paddy, inovasi yang mereka kembangkan, pada dasarnya merupakan pengembangan Mina Padi dengan tata letak dan integrasi pertanian, peternakan, serta perikanan yang diubah ke dalam tatanan baru, dilengkapi dengan penggunaan teknologi sensor bertenaga panel surya.
Malika menambahkan bahwa prototype yang dikembangkan memiliki skala pengecilan 1:500. "Prototype itu mengintegrasikan sensor pH air kolam perikanan dengan sensor ketinggian level air sawah. Apabila pH kolam air perikanan menurun hingga di bawah 5, maka air akan dialirkan dari kolam menuju sawah," jelas Malika.
Lebih lanjut, Malika menjelaskan bahwa pada pH di bawah 5, terdapat pakan ikan yang sudah terdekomposisi bersama dengan residu ikan, membentuk nitrat dan nitrogen yang apabila diutilisasi sebagai air persawahan akan dapat membantu memenuhi kebutuhan zat hara pada sawah. Air akan dialirkan dari kolam ke sawah hingga ketinggian air di sawah tercapai 1,5 cm. Apabila air sawah kurang dari 1 cm, maka air akan disuplai dari kolam ikan atau sumber air luar. Sebaliknya, apabila air sawah lebih dari 1,5 cm, maka sensor akan mendeteksi dan langsung mengeluarkan air dari sawah hingga tercapai ketinggian optimal.
Dalam prototype tersebut juga dilengkapi fermentor mini yang terletak di dekat kandang bebek, untuk fermentasi feses ikan bebek dicampur dengan bahan lain seperti EM4, dedak padi, air, dan larutan gula merah selama 2 minggu. Hasil fermentasi ini selanjutnya digunakan sebagai pakan ikan yang dibiakkan di bawah kandang bebek.
Syaikha berharap dengan pengaplikasian dua sensor yang saling terintegrasi ini, penggunaan air sebagai sumber daya utama dalam kegiatan agrikultural menjadi lebih tepat guna dan optimal.
Dekan Sekolah Vokasi Undip Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si, mengapresiasi capaian mahasiswanya tersebut. Beliau menegaskan bahwa Sekolah Vokasi Undip berkomitmen mendukung penuh mahasiswa untuk menunjukkan prestasi terbaik dan berdampak bagi masyarakat luas.
"Proyek ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi dan kolaborasi dapat menghasilkan solusi yang membawa dampak positif bagi petani, lingkungan, dan masyarakat secara keseluruhan," pungkas Budiyono. Inovasi Many Paddy diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi permasalahan agrikultur di Indonesia, khususnya dalam optimalisasi penggunaan air dan peningkatan hasil panen.
Sumber: tekno.liputan6.com