Lingkungan & Cuaca 20 Jun 2025, 07:59

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Info Cuaca BMKG, Gempa Garut, Mastodon

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Info Cuaca BMKG, Gempa Garut, Mastodon Jadi Alternatif Twitter JAKARTA, TEMPO.CO - Tiga berita teknologi menjadi sorotan utama hari ini. Dimulai dari peringatan dini cuaca...

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Info Cuaca BMKG, Gempa Garut, Mastodon Jadi Alternatif Twitter

JAKARTA, TEMPO.CO - Tiga berita teknologi menjadi sorotan utama hari ini. Dimulai dari peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, analisis gempa beruntun di Garut, hingga migrasi pengguna Twitter ke platform media sosial Mastodon. Berikut rangkuman selengkapnya:

1. Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Keluarkan Peringatan Dini di Sejumlah Wilayah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau adanya potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Sirkulasi siklonik dan konvergensi terpantau dapat memengaruhi kondisi cuaca hari ini, Minggu, 13 November 2022. Sebanyak delapan provinsi bahkan telah ditetapkan dalam status 'Siaga' bencana hidrometeorologi.

Sirkulasi siklonik terdeteksi di Samudera Hindia barat Sumatera, Sumatera bagian utara, Laut Jawa, dan perairan utara Halmahera. Kondisi ini memicu terbentuknya daerah pertemuan angin (konvergensi) yang memanjang di berbagai wilayah, termasuk perairan barat Sumatera, Sumatera Utara, perairan selatan Lampung, Bengkulu, Jawa Timur hingga Jawa Barat, Maluku, dan Papua.

Selain itu, konvergensi juga terpantau memanjang di perairan selatan Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan utara Pulau Kalimantan hingga Kalimantan Utara. Kondisi serupa juga terjadi di Sulawesi bagian tengah, Papua Barat, dan Papua.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut," jelas BMKG dalam keterangannya. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

2. Gempa Beruntun Guncang Garut, BMKG: Aktivitas Lempeng Tektonik

Serangkaian gempa bumi mengguncang wilayah Garut dan sekitarnya pada Sabtu malam, 12 November 2022. BMKG mencatat dua gempa utama dengan magnitudo 4,9 dan 5,1 yang terjadi berdekatan.

"Kedua gempa itu berhubungan," ungkap Pelaksana tugas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. Ia menjelaskan, gempa pertama merupakan fore shock atau gempa pembuka, diikuti oleh main shock atau gempa utama dengan magnitudo lebih besar.

Hingga pukul 20.45 WIB, BMKG mencatat adanya satu gempa susulan (after shock) dengan magnitudo 4,1. Daryono mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang. "Memang di situ daerah aktif gempa. Lempeng harus aktif gempa supaya tidak terjadi akumulasi," jelasnya.

Gempa pertama terjadi pada pukul 19:29:33 WIB dengan pusat gempa berkedalaman 16 kilometer, sekitar 119 kilometer arah barat daya Garut. Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Garut dan sekitarnya.

3. Eksodus Pengguna Twitter, Mastodon Jadi Alternatif Menarik

Gelombang kekhawatiran atas arah kebijakan Twitter setelah diakuisisi oleh Elon Musk memicu migrasi massal pengguna ke platform media sosial alternatif bernama Mastodon. Platform open source yang terdesentralisasi ini mengalami lonjakan pengguna yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Sejak 27 Oktober, ketika Elon Musk secara resmi mengambil alih Twitter, Mastodon berhasil menarik hampir 500.000 pengguna baru, secara efektif menggandakan basis penggunanya.

Lantas, apa perbedaan antara Mastodon dan Twitter, dan mengapa pengguna memilih platform ini?

Mastodon didirikan pada tahun 2016 oleh pengembang perangkat lunak Jerman, Eugen Rochko. Berbeda dengan platform media sosial terpusat seperti Facebook, Twitter, Reddit, dan Instagram, Mastodon menawarkan platform terdesentralisasi, open source, dan bebas iklan. Platform ini terdiri dari ribuan server atau instance berbeda yang dioperasikan secara independen di seluruh dunia.

Desentralisasi ini memberikan pengguna kontrol lebih besar atas data dan pengalaman mereka. Setiap instance memiliki aturan dan kebijakan moderasi sendiri, memungkinkan pengguna memilih komunitas yang sesuai dengan preferensi mereka. Mastodon menawarkan alternatif menarik bagi pengguna yang mencari platform media sosial yang lebih transparan, terdesentralisasi, dan berorientasi pada komunitas.

Sumber: tempo.co