Politik & Hukum 23 Jul 2025, 01:55

Tanggal 23 Juli

Indonesia Merayakan Hari Anak Nasional Setiap 23 Juli, Ini Sejarahnya JAKARTA, [Tanggal Hari Ini] – Setiap tanggal 23 Juli, seluruh Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Perayaan ini menjad...

Indonesia Merayakan Hari Anak Nasional Setiap 23 Juli, Ini Sejarahnya

JAKARTA, [Tanggal Hari Ini] – Setiap tanggal 23 Juli, seluruh Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Perayaan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak anak dan pentingnya perlindungan serta kesejahteraan mereka. Namun, tahukah Anda siapa tokoh di balik inisiatif mulia ini dan bagaimana sejarahnya?

Hari Anak Nasional pertama kali dicanangkan pada tahun 1984. Gagasan ini muncul sebagai wujud kepedulian terhadap generasi penerus bangsa, mengingat anak-anak adalah aset berharga yang akan menentukan masa depan Indonesia. Pemilihan tanggal 23 Juli sendiri didasarkan pada pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Undang-undang ini menjadi landasan hukum yang kuat untuk melindungi hak-hak anak di Indonesia.

Peringatan HAN bertujuan untuk mendorong keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara agar berkomitmen untuk memenuhi hak-hak anak, menjamin perlindungan mereka, serta memberikan kesempatan seluas-luasnya agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Selain itu, HAN juga menjadi ajang untuk menyuarakan aspirasi anak-anak Indonesia.

Sejak pertama kali diperingati, HAN telah menjadi agenda nasional yang melibatkan berbagai pihak. Pemerintah pusat dan daerah menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan anak-anak, seperti festival, pentas seni, lomba, dan kegiatan edukatif lainnya. Selain itu, berbagai organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga turut berpartisipasi dalam memeriahkan HAN dengan menyelenggarakan kegiatan yang berfokus pada isu-isu anak.

Meskipun HAN diperingati setiap tahun, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam upaya melindungi hak-hak anak di Indonesia. Kekerasan terhadap anak, eksploitasi anak, dan kurangnya akses terhadap pendidikan dan kesehatan masih menjadi permasalahan yang serius. Oleh karena itu, peringatan HAN harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan meningkatkan upaya dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut.

Selain perayaan formal, HAN juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anak di sekitar mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara sederhana, seperti meluangkan waktu untuk bermain dan berbicara dengan anak-anak, memberikan dukungan dan motivasi kepada mereka, serta melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi.

Di era digital ini, anak-anak juga rentan terhadap dampak negatif teknologi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan dan keterampilan yang cukup agar mereka dapat menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Menjelang Hari Anak Nasional 2025, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyelenggarakan perayaan yang meriah dan bermakna. Berbagai kegiatan akan diselenggarakan di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Tema HAN tahun ini adalah [Sebutkan Tema Jika Ada], yang diharapkan dapat menjadi panduan dalam menyelenggarakan kegiatan yang relevan dan berdampak positif bagi anak-anak Indonesia.

Selain itu, berbagai ucapan selamat Hari Anak Nasional juga mulai beredar di media sosial dan platform digital lainnya. Ucapan-ucapan ini berisi pesan-pesan positif dan harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia. Beberapa contoh ucapan yang populer adalah:

  • "Selamat Hari Anak Nasional! Semoga semua anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia."
  • "Di Hari Anak Nasional ini, mari kita wujudkan Indonesia yang ramah anak, di mana setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal."
  • "Anak-anak adalah harapan bangsa. Mari kita jaga dan lindungi mereka agar dapat meraih cita-cita setinggi langit."

Peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk mengingatkan kita semua akan tanggung jawab dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak. Dengan kerja sama dan komitmen dari semua pihak, kita dapat menciptakan Indonesia yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.

Sumber: tribunnews.com