Internasional 19 Jun 2025, 06:38

Seputar Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik 2025

Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik: Mengenang Korban dan Mengakhiri Kekerasan Setiap tanggal 19 Juni, dunia memperingati Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual da...

Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik: Mengenang Korban dan Mengakhiri Kekerasan

Setiap tanggal 19 Juni, dunia memperingati Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang perlunya mengakhiri kekerasan seksual yang terjadi selama konflik bersenjata, menghormati para korban dan penyintas, serta memberikan penghormatan kepada mereka yang berjuang untuk memberantas kejahatan ini.

Mengapa Hari Ini Penting?

Kekerasan seksual dalam konflik bukan hanya tragedi individu, tetapi juga ancaman serius bagi keamanan kolektif dan perdamaian abadi. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kekerasan seksual terkait konflik merupakan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan bahkan tindakan genosida berdasarkan hukum internasional. Dampaknya sangat luas, menyebabkan trauma fisik dan psikologis yang mendalam, serta stigma sosial yang dapat berlangsung selama beberapa generasi.

Para penyintas sering kali menghadapi pengucilan, kesulitan mengakses dukungan sosial, dan sumber daya penyembuhan yang penting. Kehamilan akibat kekerasan seksual dapat memperburuk situasi, menyebabkan penolakan masyarakat terhadap anak-anak yang lahir dalam kondisi tersebut. Selain itu, kekerasan seksual sering kali terkait dengan kekejaman masa perang lainnya, seperti penculikan dan perekrutan paksa ke dalam kelompok bersenjata.

Definisi Kekerasan Seksual dalam Konflik

Istilah "kekerasan seksual terkait konflik" mencakup berbagai bentuk kekerasan, termasuk pemerkosaan, perbudakan seksual, prostitusi paksa, kehamilan paksa, aborsi paksa, sterilisasi paksa, pernikahan paksa, dan segala bentuk kekerasan seksual lainnya yang setara. Kekerasan ini dapat dilakukan terhadap perempuan, laki-laki, anak perempuan, atau anak laki-laki, dan secara langsung atau tidak langsung terkait dengan konflik. Perdagangan manusia dalam situasi konflik untuk tujuan kekerasan atau eksploitasi seksual juga termasuk dalam definisi ini.

Sejarah Hari Internasional

Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 19 Juni sebagai Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik pada tahun 2015 melalui resolusi A/RES/69/293. Tanggal ini dipilih untuk memperingati pengesahan resolusi Dewan Keamanan 1820 (2008) pada tanggal 19 Juni 2008, yang mengutuk kekerasan seksual sebagai taktik perang dan hambatan bagi pembangunan perdamaian.

Fokus Tahun 2025

Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik 2025 mengangkat tema "Breaking the Cycle, Healing the Scars: Addressing the Intergenerational Effects of Conflict-Related Sexual Violence" (Memutus Siklus, Menyembuhkan Luka: Mengatasi Dampak Antargenerasi dari Kekerasan Seksual Terkait Konflik). Tema ini menyoroti pentingnya mengatasi dampak jangka panjang kekerasan seksual terhadap para penyintas dan keluarga mereka, serta mencegah terjadinya kekerasan serupa di masa depan.

Peringatan resmi ke-11 Hari Internasional ini akan diisi dengan berbagai acara yang bertujuan untuk menunjukkan solidaritas kepada para penyintas dan para pendukung mereka, menumbuhkan harapan, pengetahuan, dan inspirasi. Kampanye "#EndRapeInWar" akan terus disuarakan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong tindakan nyata untuk mengakhiri kekerasan seksual dalam konflik.

Mengakhiri Kekerasan Seksual dalam Konflik: Tanggung Jawab Bersama

Mengakhiri kekerasan seksual dalam konflik adalah tanggung jawab seluruh masyarakat internasional. Pemerintah, organisasi internasional, masyarakat sipil, dan individu memiliki peran penting dalam mencegah kekerasan, melindungi para korban, dan menuntut para pelaku ke pengadilan.

Langkah-langkah yang perlu diambil meliputi:

  • Memperkuat hukum dan kebijakan untuk mencegah dan menghukum kekerasan seksual dalam konflik.
  • Meningkatkan kesadaran tentang dampak kekerasan seksual dan menghilangkan stigma terhadap para penyintas.
  • Menyediakan layanan dukungan yang komprehensif bagi para penyintas, termasuk perawatan medis, konseling psikologis, dan bantuan hukum.
  • Memastikan akuntabilitas bagi para pelaku kekerasan seksual, termasuk melalui penyelidikan dan penuntutan yang efektif.
  • Mempromosikan perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan, serta mengatasi akar penyebab konflik.

Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita dapat menciptakan dunia di mana kekerasan seksual dalam konflik tidak lagi menjadi bagian dari kenyataan yang mengerikan.

Sumber: news.detik.com