Teknologi & Sains 10 Jun 2025, 01:53

Proyek Museum Budaya Sains dan Teknologi di Solo segera dikerjakan

Proyek Museum Budaya Sains dan Teknologi di Solo Segera Dikerjakan, Ditargetkan Rampung 2025 Solo (ANTARA) - Proyek pembangunan Museum Budaya Sains dan Teknologi di Kota Solo, Jawa Tengah, akan segera...

Proyek Museum Budaya Sains dan Teknologi di Solo Segera Dikerjakan, Ditargetkan Rampung 2025

Solo (ANTARA) - Proyek pembangunan Museum Budaya Sains dan Teknologi di Kota Solo, Jawa Tengah, akan segera dimulai. Pemerintah daerah bersama investor, Dato Sri Tahir dari Tahir Foundation, telah melakukan berbagai persiapan untuk merealisasikan proyek ambisius ini. Museum yang diharapkan menjadi ikon baru Kota Solo ini ditargetkan selesai pada tahun 2024-2025.

Pendiri Tahir Foundation Dato Sri Tahir mengungkapkan hal ini usai bertemu dengan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di Solo, Rabu. "Kami teruskan program kami di museum," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kontraktor yang akan mengerjakan proyek museum telah tiba di Solo. Selain itu, konsultan dari Kanada dijadwalkan akan menyusul dalam dua minggu mendatang untuk terlibat dalam pembangunan museum.

Dalam pertemuan tersebut, Dato Sri Tahir dan Gibran Rakabuming Raka juga telah membahas target waktu penyelesaian proyek. Keduanya optimis bahwa proyek ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan Kota Solo, terutama dalam bidang pendidikan, pariwisata, dan kebudayaan.

Gibran menjelaskan bahwa konstruksi bangunan museum akan dikerjakan oleh tenaga ahli dari Indonesia, sementara operator museum akan berasal dari Kanada. "Nanti ya kalau sudah deal semua, semoga ontime. Tahun depan (selesai, Red.) 2024-2025," kata Gibran.

Pemerintah Kota Solo menaruh harapan besar pada proyek Museum Budaya Sains dan Teknologi ini. Museum ini diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran dan rekreasi yang menarik bagi masyarakat, sekaligus menjadi daya tarik wisata baru yang akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Solo.

Lebih lanjut, Gibran mengungkapkan bahwa nama museum tersebut akan diubah agar lebih menarik perhatian masyarakat. Ia mencontohkan perubahan nama Solo Safari yang sebelumnya dianggap terlalu panjang dan kurang menjual secara branding. "Nanti saya carikan nama yang bagus. Seperti Solo Safari dulu ya namanya panjang banget. Secara branding tidak bisa dijual," jelasnya.

Perubahan nama ini merupakan bagian dari strategi pemasaran yang lebih luas untuk memastikan museum tersebut sukses menarik pengunjung dari berbagai kalangan. Pemerintah Kota Solo berencana untuk menggandeng ahli branding dan pemasaran untuk membantu menentukan nama yang tepat dan merancang strategi promosi yang efektif.

Pembangunan Museum Budaya Sains dan Teknologi ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Solo untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya museum ini, diharapkan masyarakat Solo dan sekitarnya akan memiliki akses yang lebih baik terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Selain itu, museum ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi para ilmuwan, seniman, dan budayawan untuk berkreasi dan berbagi pengetahuan.

Proyek ini juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi Kota Solo. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke museum, sektor pariwisata dan perhotelan di Kota Solo akan semakin berkembang. Selain itu, proyek ini juga akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

Pemerintah Kota Solo berkomitmen untuk mendukung penuh pembangunan Museum Budaya Sains dan Teknologi ini. Berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan proyek ini berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk investor, kontraktor, konsultan, dan masyarakat, diharapkan museum ini dapat segera terwujud dan menjadi kebanggaan Kota Solo.

Sumber: antaranews.com