Opini & Editorial 11 Jun 2025, 02:11

Opini: Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Tantangan dan Peluang oleh Nadiem Makarim (10 Juni 2025)

Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Tantangan dan Peluang: Opini Nadiem Makarim JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, dalam opini terbarunya yang dip...

Transformasi Digital Sektor Pendidikan, Tantangan dan Peluang: Opini Nadiem Makarim

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, dalam opini terbarunya yang dipublikasikan pada 10 Juni 2025, menyoroti urgensi transformasi digital dalam sektor pendidikan Indonesia. Artikel tersebut menggarisbawahi pentingnya adaptasi teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era modern.

Nadiem Makarim menekankan bahwa transformasi digital bukan hanya sekadar tren, tetapi sebuah keniscayaan yang harus dihadapi oleh seluruh elemen pendidikan, mulai dari pemerintah, tenaga pengajar, hingga siswa. Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membuka peluang baru dalam proses belajar mengajar.

“Pendidikan di era digital menuntut kita untuk beradaptasi dengan cepat. Pemanfaatan teknologi yang tepat dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan, dan mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan,” tulis Nadiem dalam opininya.

Salah satu poin utama yang ditekankan oleh Nadiem adalah perlunya peningkatan infrastruktur digital di seluruh pelosok Indonesia. Ia mengakui bahwa kesenjangan akses internet masih menjadi kendala utama dalam pemerataan pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk memperluas jaringan internet hingga ke daerah-daerah terpencil.

“Infrastruktur digital yang memadai adalah fondasi dari transformasi pendidikan. Tanpa akses internet yang stabil dan terjangkau, sulit bagi kita untuk mengimplementasikan pembelajaran online secara efektif,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Nadiem juga menyoroti pentingnya pelatihan guru dalam bidang teknologi. Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pelatihan yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan berbagai platform dan aplikasi pendidikan.

“Guru adalah garda terdepan dalam transformasi pendidikan. Mereka harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses belajar mengajar,” tegasnya.

Nadiem juga membahas tentang potensi pembelajaran online dan blended learning. Ia meyakini bahwa kedua metode ini dapat memberikan fleksibilitas dan personalisasi dalam proses pembelajaran. Dengan pembelajaran online, siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja. Sementara itu, blended learning menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif.

“Pembelajaran online dan blended learning memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar masing-masing. Ini adalah langkah maju dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berpusat pada siswa,” jelasnya.

Namun demikian, Nadiem juga mengingatkan tentang tantangan yang mungkin timbul dalam proses transformasi digital. Ia menyebutkan bahwa perlindungan data pribadi, keamanan siber, dan kesenjangan digital adalah beberapa isu yang perlu mendapatkan perhatian serius.

“Kita harus memastikan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dilakukan secara bertanggung jawab dan etis. Perlindungan data pribadi siswa, keamanan siber, dan upaya untuk mengatasi kesenjangan digital adalah prioritas utama kita,” katanya.

Sebagai penutup, Nadiem mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan transformasi digital yang berkelanjutan dan inklusif. Ia meyakini bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, Indonesia dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik dan relevan dengan tuntutan zaman.

“Transformasi digital adalah perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen dan kolaborasi dari semua pihak. Mari kita bergandengan tangan untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global,” pungkasnya.

Opini Nadiem Makarim ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan panduan bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam menghadapi era digital. Dengan adaptasi yang tepat, teknologi dapat menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sumber: news.detik.com