Opini & Editorial 14 Jun 2025, 10:48

Opini: Tantangan Demokrasi Digital di Era Post-Truth - Oleh Prof. Dr. Amelia Surya

Jakarta Selatan dan Tangerang Diterjang Banjir, Ribuan Warga Mengungsi JAKARTA, [Tanggal Hari Ini] – Banjir melanda sejumlah kawasan perumahan di Jakarta Selatan dan Tangerang, Banten, pada Jumat (2/1...

Jakarta Selatan dan Tangerang Diterjang Banjir, Ribuan Warga Mengungsi

JAKARTA, [Tanggal Hari Ini] – Banjir melanda sejumlah kawasan perumahan di Jakarta Selatan dan Tangerang, Banten, pada Jumat (2/1/2007), menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi. Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari menyebabkan air sungai meluap dan merendam perumahan-perumahan, termasuk perumahan elit di Bintaro.

Kawasan Pamulang menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah. Di Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI), air memasuki rumah warga hingga setinggi pinggul orang dewasa, bahkan mencapai satu meter di beberapa titik. Warga mulai mengungsi dan berusaha menyelamatkan harta benda mereka.

"Tak sedikit perumahan yang dilanda banjir," ujar seorang warga BPI yang enggan disebutkan namanya. "Air memasuk rumah warga hingga sepinggul orang dewasa. Di beberapa tempat malah tinggi air sampai 1 meter."

Perumahan Pamulang Estate juga tidak luput dari terjangan banjir. Warga di kedua perumahan tersebut telah mulai mengungsi mencari tempat yang lebih aman.

Di Perumahan Witanaharja, Pamulang, warga praktis terkepung air bah. Jalanan di mulut gerbang kompleks, tepatnya di depan kolam renang, terendam air setinggi dada orang dewasa.

"Istri saya putar balik, padahal niatnya menjemput anak yang sekolah di Al Azhar," kata Eko Aji, warga Pamulang, kepada detikcom, menggambarkan betapa parahnya situasi saat itu.

Banjir juga menerjang Kompleks Vila Pamulang Mas. Warga terpaksa menutup jalan masuk kompleks karena angkutan umum jurusan Ciputat - Pamulang 2 maupun jurusan Renijaya menjadikan kompleks itu sebagai jalur alternatif, menyebabkan kemacetan parah.

Tidak hanya Pamulang, kawasan Bintaro juga mengalami nasib serupa. Di Perumahan Bintaro Permata, Bintaro Sektor 9, air memasuki rumah warga hingga setinggi 30 cm. Jalanan tergenang hingga 50 cm.

"Dini hari tadi tinggi air mencapai 1 meter," kata Kater, warga Bintaro Permata, menggambarkan situasi mencekam saat banjir mencapai puncaknya. Sebagian besar warga di kompleks perumahan ini terpaksa bertahan di dalam rumah masing-masing.

Banjir kali ini menunjukkan betapa rentannya kawasan Jakarta dan sekitarnya terhadap dampak curah hujan tinggi. Sistem drainase yang kurang memadai dan tata ruang yang tidak terencana menjadi faktor utama penyebab banjir.

Pemerintah daerah setempat telah mengerahkan tim SAR untuk membantu evakuasi warga dan menyalurkan bantuan logistik. Namun, banyaknya wilayah yang terdampak membuat proses evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan lambat.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta dan sekitarnya, termasuk memperbaiki sistem drainase, menertibkan tata ruang, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Banjir ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber-sumber yang terpercaya. Selain itu, penting juga untuk memiliki rencana evakuasi dan perlengkapan darurat jika sewaktu-waktu terjadi banjir.

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih terus mengguyur Jakarta dan sekitarnya. Peringatan dini banjir masih berlaku dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Pemerintah daerah terus berupaya untuk menangani dampak banjir dan memastikan keselamatan warga yang terdampak.

Sumber: news.detik.com