Opini & Editorial 16 Jun 2025, 06:59

Opini: Strategi Indonesia Menghadapi Dinamika Geopolitik Asia Tenggara oleh Dr. Dewi Fortuna Anwar

Opini: Strategi Indonesia Menghadapi Dinamika Geopolitik Asia Tenggara oleh Dr. Dewi Fortuna Anwar Jakarta, 16 Juni 2025 – Di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan global, bagaimana seharusnya Indone...

Opini: Strategi Indonesia Menghadapi Dinamika Geopolitik Asia Tenggara oleh Dr. Dewi Fortuna Anwar

Jakarta, 16 Juni 2025 – Di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan global, bagaimana seharusnya Indonesia berperan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara? Pengamat Hubungan Internasional, Dr. Dewi Fortuna Anwar, memberikan pandangannya mengenai strategi yang perlu diambil Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik yang kompleks ini.

Asia Tenggara, sebagai kawasan yang strategis secara geografis dan ekonomi, menjadi arena persaingan pengaruh antara kekuatan-kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara-negara lainnya. Persaingan ini dapat memicu instabilitas regional jika tidak dikelola dengan baik. Indonesia, sebagai negara terbesar di ASEAN, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kawasan ini tetap damai dan stabil.

Menurut Dr. Dewi Fortuna Anwar, Indonesia perlu mengambil peran yang lebih aktif dan konstruktif dalam diplomasi regional. "Indonesia harus menjadi jembatan penghubung antara berbagai pihak yang berkepentingan di kawasan ini," ujarnya. Hal ini dapat dilakukan melalui dialog intensif, mediasi konflik, dan promosi kerjasama yang saling menguntungkan.

Lebih lanjut, Dr. Dewi menekankan pentingnya memperkuat ASEAN sebagai platform utama untuk kerjasama regional. "ASEAN harus tetap menjadi wadah inklusif bagi semua negara anggotanya, tanpa terkecuali," katanya. Indonesia perlu mendorong agar ASEAN dapat menyelesaikan masalah-masalah internalnya secara damai dan konstruktif, serta meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi tantangan-tantangan eksternal.

Selain itu, Indonesia juga perlu meningkatkan kemampuan pertahanannya sendiri. "Kekuatan militer yang kredibel akan membuat Indonesia lebih disegani dan diperhitungkan di kawasan ini," jelas Dr. Dewi. Namun, peningkatan kemampuan militer ini harus sejalan dengan prinsip-prinsip diplomasi damai dan tidak boleh menjadi ancaman bagi negara-negara lain.

Dalam konteks ekonomi, Indonesia perlu memanfaatkan posisinya sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara untuk mendorong integrasi ekonomi regional. "Indonesia harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi ASEAN," kata Dr. Dewi. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan investasi, perdagangan, dan kerjasama di berbagai sektor ekonomi.

Terkait dengan situasi global yang semakin kompleks, Dr. Dewi menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk menjaga independensi dan netralitas. "Indonesia harus mampu mengambil keputusan sendiri berdasarkan kepentingan nasionalnya, tanpa didikte oleh pihak manapun," tegasnya. Indonesia juga perlu menjalin hubungan baik dengan semua negara, tanpa memihak salah satu pihak.

Beberapa peristiwa internasional baru-baru ini menyoroti pentingnya peran Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan. Serangan Israel terhadap Iran dan ketegangan di Laut Cina Selatan menjadi contoh nyata bagaimana konflik di luar kawasan dapat berdampak pada keamanan dan stabilitas Asia Tenggara.

"Indonesia harus terus menyerukan perdamaian dan penyelesaian konflik secara damai melalui dialog dan negosiasi," kata Dr. Dewi. Indonesia juga perlu bekerja sama dengan negara-negara lain untuk mencegah eskalasi konflik dan menjaga agar kawasan ini tidak menjadi arena persaingan kekuatan besar.

Dr. Dewi juga menyoroti pentingnya diplomasi publik dalam membangun citra positif Indonesia di mata dunia. "Indonesia perlu lebih aktif mempromosikan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan demokrasi kepada dunia," ujarnya. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai saluran, seperti media sosial, pertukaran budaya, dan program-program pendidikan.

Dengan mengambil langkah-langkah strategis ini, Indonesia dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di Asia Tenggara. Indonesia tidak hanya akan menjadi pemain regional yang penting, tetapi juga akan menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam membangun hubungan internasional yang damai dan saling menguntungkan.

Sebagai penutup, Dr. Dewi Fortuna Anwar menekankan bahwa tantangan geopolitik di Asia Tenggara akan terus berlanjut dan bahkan meningkat di masa depan. Oleh karena itu, Indonesia perlu terus beradaptasi dan mengembangkan strategi yang relevan untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. "Indonesia harus selalu siap untuk memainkan peran yang lebih besar dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan ini," pungkasnya.

Sumber: republika.co.id