Opini Rizal Ramli: Deindustrialisasi Dini, Ancaman Nyata bagi Indonesia Emas 2045
Fly Bali Kantongi Sertifikat Operator Udara, Siap Layani Misi Khusus Selain Pariwisata Denpasar, Bali - Perusahaan penerbangan helikopter yang berbasis di Bali, Fly Bali, kini memperluas layanannya de...
Fly Bali Kantongi Sertifikat Operator Udara, Siap Layani Misi Khusus Selain Pariwisata
Denpasar, Bali - Perusahaan penerbangan helikopter yang berbasis di Bali, Fly Bali, kini memperluas layanannya dengan mengantongi Air Operator Certificate (AOC) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sertifikat ini memungkinkan Fly Bali untuk melayani penerbangan non-pariwisata, termasuk misi-misi khusus yang dibutuhkan oleh instansi pemerintah maupun swasta.
"Per hari ini, sertifikatnya sudah keluar. Layanan lebih luas. Nggak hanya pariwisata. Jadi, kami siap menjalankan misi-misi yang diperlukan baik dari instansi pemerintah maupun swasta," ujar Business and Development Fly Bali, Ryan Nathanael Purba, saat ditemui di kantornya, Rabu (6/3/2025).
AOC memberikan Fly Bali lisensi resmi untuk melakukan penerbangan non-pariwisata, termasuk membawa beban eksternal atau external load. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengangkut logistik atau benda-benda tertentu yang digantung dengan kabel saat helikopter berada di udara.
Ryan mencontohkan, Fly Bali sebelumnya pernah melakukan penerbangan khusus bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kalimantan sebelum mendapatkan AOC. "Helikopter yang pernah kami pakai untuk misi (bersama) BNPB di Kalimantan itu tipe Bell 206 L3 (Long Ranger). Kapasitas enam tempat duduk," ungkap Ryan.
Dengan sertifikasi ini, Fly Bali kini menjadi salah satu operator berlisensi yang dapat diajak bekerja sama dalam misi khusus bersama instansi seperti Badan SAR Nasional (Basarnas) atau BNPB.
Untuk mendukung layanan misi penerbangan khusus ini, Fly Bali telah mendatangkan helikopter Bell 206 L3 baru pada akhir Januari 2025, beberapa minggu sebelum AOC diterbitkan. "Sekarang kami punya dua nih Bell 206 Long Ranger. Ya namanya Long Ranger, bisa (terbang) jarak jauh," jelas Ryan.
Meskipun telah memperluas layanannya ke sektor non-pariwisata, Fly Bali menegaskan bahwa fokus utama mereka tetap pada layanan pariwisata. Ryan menjelaskan bahwa pasar wisata udara dengan helikopter di Bali masih sangat menjanjikan.
"Jadi, kami hanya melebarkan sayap saja. Dengan sertifikat itu kami one step ahead," kata Ryan.
Fly Bali memiliki total empat helikopter aktif yang digunakan untuk aktivitas wisata dan misi khusus. Selain dua helikopter Bell 206 L3, perusahaan juga memiliki helikopter Bell 505 dan Robinson R66, yang masing-masing berkapasitas empat penumpang.
Dengan adanya AOC, Fly Bali kini memiliki fleksibilitas untuk melayani permintaan penerbangan wisata sekaligus memenuhi kebutuhan misi khusus, menjadikan perusahaan ini sebagai pemain penting dalam industri penerbangan helikopter di Bali.
Sumber: news.detik.com