Opini Republika: Revitalisasi Sektor Pertanian: Kunci Ketahanan Pangan Nasional - Pandangan dari Dr. Ir. Herman Susilo
Opini Republika: Revitalisasi Sektor Pertanian: Kunci Ketahanan Pangan Nasional - Pandangan dari Dr. Ir. Herman Susilo JAKARTA - Di tengah tantangan ketahanan pangan global, Dr. Ir. Herman Susilo, seo...
Opini Republika: Revitalisasi Sektor Pertanian: Kunci Ketahanan Pangan Nasional - Pandangan dari Dr. Ir. Herman Susilo
JAKARTA - Di tengah tantangan ketahanan pangan global, Dr. Ir. Herman Susilo, seorang pakar pertanian, menyerukan revitalisasi sektor pertanian sebagai langkah krusial untuk memastikan ketahanan pangan nasional. Melalui opini yang diterbitkan Republika pada Rabu (18/6/2025), Dr. Susilo menekankan perlunya inovasi teknologi, peningkatan infrastruktur, dan dukungan yang lebih besar kepada petani lokal.
Menurut Dr. Susilo, sektor pertanian Indonesia memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dengan populasi yang terus bertambah dan perubahan iklim yang semakin ekstrem, revitalisasi sektor ini menjadi semakin mendesak. "Kita harus mengubah paradigma pertanian kita. Pertanian bukan lagi sekadar kegiatan tradisional, tetapi harus menjadi industri yang modern, efisien, dan berkelanjutan," ujarnya.
Inovasi teknologi menjadi salah satu poin utama yang ditekankan oleh Dr. Susilo. Ia menjelaskan bahwa penggunaan teknologi seperti drone untuk pemantauan lahan, sistem irigasi pintar, dan bibit unggul dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan. "Teknologi dapat membantu petani kita menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit. Ini adalah kunci untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan," katanya.
Selain teknologi, Dr. Susilo juga menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur pertanian. Ia menyebutkan bahwa jalan yang baik, sistem irigasi yang memadai, dan fasilitas penyimpanan yang modern sangat penting untuk mendukung kegiatan pertanian. "Infrastruktur yang baik akan mengurangi biaya transportasi, meminimalkan kehilangan hasil panen, dan meningkatkan efisiensi rantai pasok," jelasnya.
Dukungan kepada petani lokal juga menjadi perhatian utama dalam opini tersebut. Dr. Susilo menekankan bahwa petani adalah garda terdepan dalam upaya mencapai ketahanan pangan. Oleh karena itu, mereka harus mendapatkan dukungan yang memadai dari pemerintah, baik dalam bentuk subsidi, pelatihan, maupun akses ke pasar. "Petani kita adalah pahlawan pangan. Mereka harus kita dukung agar mereka dapat terus menghasilkan pangan yang cukup untuk seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Susilo juga menyinggung pentingnya diversifikasi pangan. Ia mengatakan bahwa Indonesia tidak boleh hanya bergantung pada satu atau dua jenis tanaman pangan saja. "Kita harus mengembangkan berbagai jenis tanaman pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi dan tahan terhadap perubahan iklim. Dengan diversifikasi pangan, kita akan lebih tahan terhadap guncangan pangan global," ujarnya.
Opini Dr. Susilo ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Banyak pihak yang sependapat bahwa revitalisasi sektor pertanian adalah langkah yang sangat penting untuk masa depan Indonesia. "Pandangan Dr. Susilo sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kita harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk merevitalisasi sektor pertanian kita," kata seorang pengamat pertanian.
Sebagai penutup, Dr. Susilo mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan revitalisasi sektor pertanian. Ia yakin bahwa dengan kerja keras dan kerjasama yang baik, Indonesia dapat mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan dan menjadi negara yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya. "Mari kita jadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian kita. Dengan pertanian yang kuat, Indonesia akan menjadi negara yang makmur dan sejahtera," pungkasnya.
Sumber: news.republika.co.id