Opini & Editorial 19 Jun 2025, 15:46

Opini: Prof. Dr. Siti Aminah - Dampak AI terhadap Pasar Tenaga Kerja Indonesia

Opini: Prof. Dr. Siti Aminah - Dampak AI terhadap Pasar Tenaga Kerja Indonesia Jakarta, Indonesia – Kecerdasan Buatan (AI) terus berkembang pesat, dan dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan semak...

Opini: Prof. Dr. Siti Aminah - Dampak AI terhadap Pasar Tenaga Kerja Indonesia

Jakarta, Indonesia – Kecerdasan Buatan (AI) terus berkembang pesat, dan dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan semakin terasa, termasuk di pasar tenaga kerja Indonesia. Prof. Dr. Siti Aminah, seorang pakar di bidang teknologi dan sumber daya manusia, memberikan pandangannya mengenai potensi disrupsi yang disebabkan oleh AI dan urgensi persiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menghadapi tantangan ini.

Dalam opini terbarunya, Prof. Aminah menyoroti bahwa otomatisasi yang didorong oleh AI dapat menggantikan sejumlah pekerjaan yang bersifat repetitif dan rutin. Hal ini berpotensi menyebabkan pengurangan tenaga kerja di sektor-sektor tertentu, terutama yang mengandalkan keterampilan manual dan administratif.

"Kita harus mengakui bahwa AI akan mengubah lanskap pekerjaan secara signifikan. Pekerjaan-pekerjaan yang mudah diotomatisasi akan terancam, dan ini adalah realitas yang harus kita hadapi," ujar Prof. Aminah.

Namun, Prof. Aminah juga menekankan bahwa AI tidak hanya membawa ancaman, tetapi juga peluang. Ia menjelaskan bahwa AI dapat menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan yang berbeda, seperti pengembangan AI, analisis data, dan pemeliharaan sistem AI.

"AI akan menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Kita harus mempersiapkan SDM kita untuk mengisi pekerjaan-pekerjaan ini," katanya.

Untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh AI, Prof. Aminah menekankan pentingnya investasi dalam pendidikan dan pelatihan yang relevan. Ia mendorong pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta untuk bekerja sama dalam mengembangkan program-program pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan di era AI.

"Kita harus memastikan bahwa SDM kita memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar tenaga kerja yang semakin didorong oleh AI. Ini membutuhkan investasi yang signifikan dalam pendidikan dan pelatihan," tegas Prof. Aminah.

Prof. Aminah juga menyoroti pentingnya mengembangkan keterampilan-keterampilan non-teknis atau soft skills, seperti kreativitas, kemampuan problem-solving, dan kemampuan berkolaborasi. Ia menjelaskan bahwa keterampilan-keterampilan ini akan semakin penting di era AI, karena sulit untuk digantikan oleh mesin.

"AI dapat melakukan banyak hal, tetapi AI tidak dapat menggantikan kreativitas, kemampuan problem-solving, dan kemampuan berkolaborasi. Keterampilan-keterampilan ini akan menjadi pembeda antara manusia dan mesin," jelasnya.

Selain itu, Prof. Aminah juga mengingatkan tentang perlunya regulasi yang tepat untuk memastikan bahwa penerapan AI di pasar tenaga kerja dilakukan secara bertanggung jawab dan berkeadilan. Ia menekankan bahwa regulasi harus melindungi hak-hak pekerja dan mencegah diskriminasi.

"Kita harus memastikan bahwa penerapan AI tidak merugikan pekerja. Regulasi harus melindungi hak-hak pekerja dan mencegah diskriminasi," katanya.

Sebagai penutup, Prof. Aminah mengajak semua pihak untuk bersiap menghadapi perubahan yang dibawa oleh AI. Ia menekankan bahwa dengan persiapan yang matang, Indonesia dapat memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"AI adalah sebuah keniscayaan. Kita tidak bisa menghindarinya. Namun, dengan persiapan yang matang, kita dapat memanfaatkan AI untuk kemajuan bangsa," pungkas Prof. Aminah.

Sumber: news.detik.com