Ekonomi & Bisnis 25 Jun 2025, 16:55

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 23 Juni 2025

Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat di Tengah Ketidakpastian Global, Senin 23 Juni 2025 JAKARTA, Bisnis.com – Nilai tukar rupiah diperkirakan akan mengalami fluktuasi pada perdagangan hari ini, Seni...

Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat di Tengah Ketidakpastian Global, Senin 23 Juni 2025

JAKARTA, Bisnis.com – Nilai tukar rupiah diperkirakan akan mengalami fluktuasi pada perdagangan hari ini, Senin (23/6/2025), namun berpotensi ditutup menguat di kisaran Rp16.350 hingga Rp16.400 per dolar AS. Prediksi ini muncul di tengah sentimen global yang beragam, mulai dari kebijakan moneter Amerika Serikat hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pada penutupan perdagangan Jumat (20/6/2025), rupiah berhasil menguat tipis 0,06% atau 9,5 poin ke level Rp16.396,5 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg. Penguatan ini terjadi saat indeks dolar AS justru melemah 0,25% ke posisi 98,66.

Sentimen positif juga terasa di pasar mata uang Asia lainnya. Yen Jepang tercatat menguat 0,07%, dolar Singapura naik 0,18%, dolar Taiwan melonjak 0,42%, dan won Korea Selatan memimpin penguatan dengan 0,86%. Mata uang regional lain seperti peso Filipina, yuan China, rupee India, dan ringgit Malaysia juga turut menguat terhadap dolar AS.

Pengamat Forex, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal dan internal. Dari eksternal, komentar "hawkish" dari Ketua The Fed Jerome Powell terkait suku bunga di masa depan menjadi perhatian utama. The Fed juga memangkas proyeksi pemangkasan suku bunga untuk tahun 2026, yang memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang.

"Pasar terguncang oleh komentar agresif dari The Fed saat Ketua The Fed Jerome Powell tetap tidak berkomitmen terhadap pemangkasan suku bunga di masa mendatang," ujar Ibrahim.

Selain itu, pasar juga terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah. Potensi keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik antara Iran dan Israel dapat memicu eskalasi yang lebih besar. "Pejabat senior AS sedang mempersiapkan serangan potensial terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan," tambahnya.

Dari dalam negeri, ketegangan geopolitik global memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap ketidakseimbangan fiskal negara adidaya tersebut.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, rupiah sempat tertekan. Mengutip data Bloomberg, Rupiah dibuka melemah sebesar 58 poin atau 0,35% menuju level Rp16.454,5 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS menguat 0,34% ke 99,04. Nilai tukar rupiah terdepresiasi 0,65% ke level Rp16.504 per dolar AS pada pukul 12.00 WIB. Sementara itu, indeks dolar AS mengalami penguatan 0,32% menjadi 99,03.

Meskipun demikian, Ibrahim optimistis bahwa rupiah memiliki potensi untuk menguat pada penutupan perdagangan hari ini. Stabilitas ekonomi dalam negeri yang terjaga dan intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing diharapkan dapat menopang nilai tukar rupiah.

"Indonesia pun berada dalam pusaran ketidakpastian global yang kompleks. Situasi geopolitik akan membawa implikasi bagi kondisi ekonomi dalam negeri," kata Ibrahim.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan terbaru terkait sentimen global dan domestik. Fluktuasi nilai tukar rupiah masih akan terus terjadi seiring dengan dinamika pasar yang kompleks.

Sumber: market.bisnis.com