Ekonomi & Bisnis 08 Jul 2025, 10:55

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 8 Juli 2025

Bisnis.com, JAKARTA —Nilai tukar rupiahterhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di rentang Rp16.230—Rp16.280 pada perdagangan hari ini, Selasa (8/7/2025). Mengut...

Bisnis.com, JAKARTA —Nilai tukar rupiahterhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di rentang Rp16.230—Rp16.280 pada perdagangan hari ini, Selasa (8/7/2025).

Mengutip dataBloomberg, rupiah ditutup menguat 54,5 poin atau 0,34% ke Rp16.239 per dolar AS pada perdagangan Senin (7/7/2025). Sementara itu, indeksdolar ASterpantau menguat 0,08% ke 97,25.

Mayoritas mata uang Asia lainnya juga ditutup melemah pada perdagangan kemarin, dengan yen Jepang turun 0,55%, dolar Hong Kong melemah 0,01%, dolar Singapura turun 0,30%, dolar Taiwan melemah 0,43%, dan won Korea melemah 0,60%.

Lalu peso Filipina melemah 0,47%, rupee India turun 0,66%, yuan China melemah 0,11%, ringgit Malaysia melemah 0,37%, dan baht Thailand turun 0,85%.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan sentimen datang dari Presiden ASDonald Trumpyang mengatakan mereka akan mulai mengirim surat ke negara-negara pada hari Jumat, menjelang batas waktu 9 Juli. Ia mengumumkan bahwa beberapa tarif yang dikenakan akan berada dalam kisaran 10% hingga 70% dan akan berlaku pada tanggal 1 Agustus.

Trump juga menambahkan negara-negara yang berpihak pada blokBRICSakan menghadapi tarif tambahan 10% atas praktik mereka yang diduga anti-Amerika.

Sebelumnya pada akhir pekan, Trump mengatakan AS hampir mencapai beberapa perjanjian perdagangan, dengan tarif baru yang akan mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus. Pada bulan April, Trump memberlakukan tarif dasar sebesar 10% pada sebagian besar negara, dengan bea tambahan mencapai hingga 50%.

Namun, pada hari Jumat, ia mengatakan bahwa tarif tersebut bisa mencapai 70%. Perpanjangan tiga minggu ini memberi negara lain lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan dengan AS, tetapi kurangnya rincian membuat investor merasa khawatir.

Di sisi lain, penurunan tajam dalam ekspektasi Federal Reserve akan memangkassuku bungapada dua pertemuan berikutnya mendorong naik dolar AS. Hal ini terutama didorong oleh pembacaan payroll yang kuat pada hari Kamis, yang menunjukkan pasar tenaga kerja AS tetap tangguh meskipun ada hambatan ekonomi lainnya.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Cadangan Devisa Indonesia pada akhir Juni 2025 mencapai US$152,6 miliar, meningkat dibandingkan posisi pada akhir Mei 2025 sebesar US$152,5 miliar.

Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah, di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Seiring dengan sentimen-sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan pada perdagangan  hari ini, Selasa (8/7/2025), rupiah akan ditutup melemah di rentang Rp16.230—Rp16.280 per dolar AS.

Rupiah dibuka melemah 0,18% atau 29,5 poin ke level Rp16.269 per dolar AS pukul 09.05 WIB.

Pada saat yang sama, indeks dolar terpantau juga melemah 0,11% ke posisi 97,37.

Sumber: market.bisnis.com