Internasional 10 Jun 2025, 04:30

Lonjakan Kasus Flu Burung Novel di Eropa Picu Kekhawatiran Pandemi Baru

Lonjakan Kasus Flu Burung Novel di Eropa Picu Kekhawatiran Pandemi Baru Jakarta, CNN Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatinannya atas lonjakan kasus flu burung novel yang t...

Lonjakan Kasus Flu Burung Novel di Eropa Picu Kekhawatiran Pandemi Baru

Jakarta, CNN Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatinannya atas lonjakan kasus flu burung novel yang terjadi di Eropa. Peningkatan signifikan kasus flu burung varian baru ini menimbulkan kekhawatiran serius akan potensi munculnya pandemi baru yang memerlukan kewaspadaan global.

Flu burung, yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, dikenal sebagai penyakit zoonosis yang terutama menyerang unggas. Namun, dalam beberapa kasus, virus ini dapat menular ke manusia, terutama mereka yang memiliki kontak dekat dengan unggas yang terinfeksi. Virus flu burung terus bermutasi, dan kemunculan varian-varian baru menjadi perhatian utama para ahli kesehatan.

Lonjakan kasus di Eropa kali ini melibatkan varian flu burung novel yang sebelumnya belum banyak terdeteksi pada manusia. WHO mengungkapkan bahwa peningkatan kasus ini disertai dengan perubahan karakteristik virus, yang berpotensi meningkatkan risiko penularan antarmanusia.

"Kami sangat prihatin dengan situasi ini," ujar seorang juru bicara WHO dalam pernyataan resminya. "Peningkatan kasus flu burung novel di Eropa, ditambah dengan indikasi perubahan genetik virus, mengharuskan kita untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem pengawasan global."

Peningkatan kasus flu burung novel ini pertama kali terdeteksi di beberapa negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan Italia. Kasus-kasus awal umumnya terkait dengan peternakan unggas yang terinfeksi. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, dilaporkan adanya kasus penularan ke manusia yang tidak memiliki riwayat kontak langsung dengan unggas, yang semakin meningkatkan kekhawatiran akan potensi penyebaran yang lebih luas.

WHO menekankan pentingnya tindakan pencegahan yang komprehensif untuk mengurangi risiko penularan flu burung. Langkah-langkah ini meliputi:

  • Pengawasan ketat pada peternakan unggas: Melakukan pemantauan rutin terhadap kesehatan unggas dan menerapkan protokol biosekuriti yang ketat untuk mencegah penyebaran virus.
  • Vaksinasi unggas: Melakukan vaksinasi secara massal pada unggas untuk mengurangi risiko infeksi dan penyebaran virus.
  • Peningkatan kesadaran masyarakat: Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko flu burung dan cara-cara pencegahannya, termasuk menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak dengan unggas yang sakit.
  • Pengembangan vaksin untuk manusia: Mempercepat pengembangan vaksin flu burung yang efektif untuk manusia sebagai langkah antisipasi jika terjadi penularan yang lebih luas.
  • Koordinasi global: Meningkatkan koordinasi dan berbagi informasi antar negara untuk memantau penyebaran virus dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Para ahli virologi juga mengkhawatirkan potensi terjadinya reassortasi genetik, yaitu proses di mana virus flu burung bertukar materi genetik dengan virus influenza manusia. Jika ini terjadi, virus flu burung dapat menjadi lebih mudah menular antarmanusia dan memicu pandemi.

"Reassortasi genetik adalah skenario terburuk yang kita khawatirkan," kata Dr. Sarah Gilbert, seorang ahli virologi dari Universitas Oxford. "Jika virus flu burung mendapatkan kemampuan untuk menular dengan mudah antarmanusia, kita bisa menghadapi pandemi yang sangat serius."

Pemerintah di berbagai negara Eropa telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi lonjakan kasus flu burung ini, termasuk melakukan pemusnahan unggas yang terinfeksi, meningkatkan pengawasan di peternakan, dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Namun, WHO menekankan bahwa diperlukan upaya yang lebih terkoordinasi dan berkelanjutan untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

"Kita harus bertindak cepat dan tegas untuk mencegah flu burung novel ini menjadi pandemi baru," kata Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. "Ini adalah ancaman serius bagi kesehatan global, dan kita harus bekerja sama untuk mengatasinya."

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti anjuran dari pihak berwenang untuk melindungi diri dari risiko penularan flu burung. Dengan tindakan pencegahan yang tepat dan koordinasi global yang efektif, diharapkan penyebaran flu burung novel ini dapat dikendalikan dan potensi pandemi baru dapat dihindari.

Sumber: cnnindonesia.com