Ekonomi & Bisnis 16 Jul 2025, 19:55

Kurs Rupiah Hari Ini 16 Juli 2025, Lesu terhadap Dolar AS Usai Tarif Impor dan BI Rate Turun

Kurs Rupiah Hari Ini 16 Juli 2025: Lesu terhadap Dolar AS Usai Tarif Impor dan BI Rate Turun Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 16 Juli 2025. P...

Kurs Rupiah Hari Ini 16 Juli 2025: Lesu terhadap Dolar AS Usai Tarif Impor dan BI Rate Turun

Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 16 Juli 2025. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen ketidakpastian kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) dan kekhawatiran pasar terhadap tarif perdagangan. Rupiah ditutup pada level Rp16.287 per dolar AS, melemah 20 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.266.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, memprediksi bahwa rupiah akan terus berfluktuasi dalam perdagangan berikutnya. "Untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp16.230 - Rp16.290," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelemahan Rupiah

Pelemahan rupiah ini dipicu oleh beberapa faktor utama. Pertama, kekhawatiran pasar yang berkelanjutan terhadap kebijakan tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump. Ketidakpastian ini diperparah dengan meningkatnya seruan untuk melengserkan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menambah keraguan terhadap independensi bank sentral AS.

Selain itu, rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang meningkat pada Juni juga memicu kekhawatiran. "Indeks IHK juga muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas dampak inflasi dari tarif perdagangan Trump. The Fed telah memperingatkan bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga hingga mendapatkan kejelasan lebih lanjut tentang dampak tarif Trump, dengan kemungkinan akan memperkuat dugaan ini," jelas Ibrahim.

Pengumuman tarif dagang baru untuk Indonesia, dengan rencana mengenakan bea masuk sebesar 19%, semakin memperburuk sentimen pasar. "Meskipun ancaman tarif baru-baru ini tidak berdampak besar pada pergerakan pasar secara umum, para pedagang menahan diri untuk tidak memasang taruhan besar di tengah ketidakpastian," kata Ibrahim.

Dampak Ekonomi Global

Tidak hanya Indonesia, ekonomi global juga merasakan dampak dari kebijakan tarif AS. Tiongkok mencatat pertumbuhan ekonomi yang melambat pada kuartal kedua 2025, sebagian disebabkan oleh dampak kebijakan tarif AS.

Ibrahim melihat bahwa ketidakpastian ekonomi global meningkat setelah kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden AS Donald Trump kepada negara-negara mitra dagang utamanya, termasuk Indonesia, yang masih terkena tarif impor sebesar 19 persen.

Respons Bank Indonesia

Menanggapi ketidakpastian ekonomi global ini, Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 bps menjadi 5,25% pada Juli 2025. Suku bunga Deposit Facility juga turun menjadi 4,5%, dan suku bunga Lending Facility turun menjadi 6%.

Ini adalah pemangkasan suku bunga ketiga dalam tahun ini. Sebelumnya, BI telah memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada Mei lalu.

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan inflasi 2025 dan 2026 yang diperkirakan tetap rendah pada sasaran 2,5% plus minus 1%, serta terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi.

BI menyatakan akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sambil tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mencapai sasaran inflasi yang sesuai dengan dinamika global dan domestik.

Prospek Rupiah ke Depan

Dengan kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian, prospek rupiah ke depan masih akan sangat bergantung pada kebijakan The Fed dan perkembangan perang dagang. Langkah-langkah yang diambil oleh Bank Indonesia akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Investor dan pelaku pasar diharapkan untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Sumber: liputan6.com