Kurs Dolar AS Hari Ini 11 Juli 2025: Rupiah Loyo
Rupiah Loyo Tertekan Kebijakan Tarif AS, Dolar AS Sentuh Rp16.228 Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat pagi (11/7/2025). Rupiah dibuka melemah di leve...
Rupiah Loyo Tertekan Kebijakan Tarif AS, Dolar AS Sentuh Rp16.228
Jakarta - Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat pagi (11/7/2025). Rupiah dibuka melemah di level Rp16.228 per dolar AS, turun 4 poin atau 0,2 persen dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.224 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen negatif dari kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dan data ekonomi AS yang positif.
Pelemahan rupiah ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama setelah pengumuman terbaru Presiden AS Donald Trump yang mengenakan tarif impor sebesar 20 hingga 40 persen untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap ekspor Indonesia dan stabilitas ekonomi global.
Menurut Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston, kebijakan tarif Trump memberikan sentimen negatif terhadap aset berisiko. "Pengumuman terbaru tarif Trump masih memberikan sentimen negatif ke aset berisiko," ujarnya seperti dikutip dari ANTARA di Jakarta, Jumat (11/7/2025).
Kebijakan tarif ini dianggap memicu kekhawatiran pasar global dan mendorong investor untuk beralih ke aset yang lebih aman, sehingga meningkatkan permintaan terhadap dolar AS. Mulai 1 Agustus, barang-barang dari Indonesia akan dikenai tarif sebesar 32 persen.
Selain sentimen dari kebijakan tarif, penguatan dolar AS juga didorong oleh data ekonomi AS yang positif. Klaim tunjangan pengangguran mingguan yang dirilis semalam tercatat lebih baik dari proyeksi pasar, yaitu 227 ribu dibandingkan perkiraan 236 ribu. Data ini mengindikasikan penurunan angka pengangguran dan memperkuat optimisme terhadap perekonomian AS.
Ariston menambahkan, "Rupiah masih berkonsolidasi terhadap dolar AS hari ini, masih berpeluang balik lagi melemah ke arah Rp16.300, 'support' di sekitar 16.200. Indeks dollar AS masih menunjukkan kenaikan pagi ini meskipun tidak besar, dari kisaran 97.50 ke 97.80."
Kombinasi antara tekanan dari kebijakan proteksionisme AS dan data ekonomi yang solid diperkirakan akan terus memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah dalam waktu dekat. Para analis memperkirakan bahwa rupiah masih akan berfluktuasi dalam rentang yang lebar, dengan potensi untuk kembali melemah jika sentimen global terus memburuk.
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan berupaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain adalah intervensi di pasar valuta asing dan koordinasi dengan otoritas terkait untuk menjaga pasokan valuta asing.
Namun, efektivitas langkah-langkah ini akan sangat bergantung pada perkembangan situasi global, terutama terkait dengan kebijakan perdagangan AS dan pertumbuhan ekonomi global. Jika tensi perdagangan antara AS dan negara-negara lain terus meningkat, rupiah berpotensi menghadapi tekanan yang lebih besar.
Para pelaku pasar diharapkan untuk tetap waspada dan mengelola risiko dengan hati-hati di tengah ketidakpastian yang tinggi. Diversifikasi investasi dan lindung nilai (hedging) dapat menjadi pilihan untuk mengurangi dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap portofolio investasi.
Dengan kombinasi tekanan dari kebijakan proteksionisme AS dan data ekonomi yang solid, nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berada dalam tekanan dalam waktu dekat. Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan untuk terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Sumber: liputan6.com