Opini & Editorial 15 Jun 2025, 06:03

Kolom Tokoh: Rizal Ramli - Evaluasi Kebijakan Energi Terbarukan: Antara Ambisi dan Realita

Kolom Tokoh: Rizal Ramli - Evaluasi Kebijakan Energi Terbarukan: Antara Ambisi dan Realita Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonom senior Rizal Ramli kembali menyoroti implementasi kebijakan energi terbaruka...

Kolom Tokoh: Rizal Ramli - Evaluasi Kebijakan Energi Terbarukan: Antara Ambisi dan Realita

Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonom senior Rizal Ramli kembali menyoroti implementasi kebijakan energi terbarukan di Indonesia. Melalui kolom terbarunya, Rizal Ramli mengkritisi pemerintah terkait target dan strategi yang dinilai kurang realistis dalam mencapai transisi energi berkelanjutan. Menurutnya, diperlukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kebijakan yang ada benar-benar efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rizal Ramli mengungkapkan kekhawatirannya mengenai ambisi pemerintah yang terlalu tinggi dalam menetapkan target energi terbarukan tanpa mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Ia menilai, ada kesenjangan antara target yang dicanangkan dengan kemampuan infrastruktur dan sumber daya yang tersedia.

"Kita perlu realistis dalam menetapkan target. Jangan sampai ambisi yang terlalu tinggi justru menghambat perkembangan energi terbarukan itu sendiri," tulis Rizal Ramli dalam kolomnya.

Menurut Rizal Ramli, pemerintah perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap berbagai aspek terkait energi terbarukan, mulai dari regulasi, insentif, hingga pengembangan teknologi. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk pelaku industri, akademisi, dan masyarakat sipil, dalam proses evaluasi tersebut.

"Evaluasi ini harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan semua pihak. Kita perlu mendengarkan masukan dari berbagai perspektif untuk mendapatkan gambaran yang utuh," ujarnya.

Lebih lanjut, Rizal Ramli menyoroti masalah pendanaan sebagai salah satu kendala utama dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Ia menilai, pemerintah perlu mencari solusi inovatif untuk mengatasi masalah pendanaan ini, misalnya dengan menggandeng investor swasta atau memanfaatkan skema pendanaan kreatif lainnya.

"Pendanaan adalah kunci. Tanpa dukungan pendanaan yang memadai, sulit untuk mewujudkan target energi terbarukan," tegasnya.

Selain itu, Rizal Ramli juga menyoroti masalah perizinan yang berbelit-belit sebagai salah satu hambatan dalam pengembangan proyek-proyek energi terbarukan. Ia meminta pemerintah untuk menyederhanakan proses perizinan agar investor tidak enggan berinvestasi di sektor ini.

"Perizinan harus dipermudah. Jangan sampai investor lari karena prosesnya terlalu rumit," katanya.

Rizal Ramli juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang energi terbarukan. Ia menilai, investasi dalam pendidikan dan pelatihan SDM sangat penting untuk memastikan keberlanjutan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

"SDM adalah aset yang tak ternilai. Kita perlu mempersiapkan SDM yang handal untuk mengelola sektor energi terbarukan," ujarnya.

Sebagai penutup, Rizal Ramli mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam mewujudkan transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia. Ia berharap, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi berbagai kendala yang ada dan menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan energi terbarukan.

"Transisi energi adalah tantangan besar, tetapi juga peluang besar. Mari kita bersinergi untuk mewujudkan energi bersih dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," pungkasnya.

Dengan kritiknya yang tajam dan solutif, Rizal Ramli sekali lagi membuktikan dirinya sebagai ekonom yang peduli terhadap masa depan energi Indonesia. Evaluasi yang ia usulkan diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan energi terbarukan yang lebih efektif dan realistis.

Sumber: cnnindonesia.com