Opini & Editorial 17 Jun 2025, 20:35

Kolom Sri Mulyani: Kebijakan Fiskal Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Kolom Sri Mulyani: Kebijakan Fiskal Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif JAKARTA, [Tanggal Hari Ini] - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti pentingnya kebijakan fiskal yang ber...

Kolom Sri Mulyani: Kebijakan Fiskal Berkelanjutan untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

JAKARTA, [Tanggal Hari Ini] - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti pentingnya kebijakan fiskal yang berkelanjutan sebagai kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia. Dalam kolom terbarunya, Sri Mulyani menekankan bahwa pengelolaan utang yang hati-hati dan investasi yang tepat sasaran pada sektor-sektor produktif menjadi fondasi utama untuk mencapai tujuan tersebut.

Kebijakan fiskal yang berkelanjutan, menurut Sri Mulyani, bukan hanya sekadar menjaga defisit anggaran tetap terkendali. Lebih dari itu, kebijakan ini harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kesenjangan sosial.

Salah satu poin utama yang ditekankan oleh Sri Mulyani adalah pentingnya pengelolaan utang yang prudent. Ia menjelaskan bahwa utang pemerintah harus dikelola secara hati-hati agar tidak membebani generasi mendatang. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga rasio utang terhadap PDB dalam batas yang aman dan terkendali.

"Pengelolaan utang yang baik adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan fiskal kita. Kita tidak ingin mewariskan beban utang yang berlebihan kepada anak cucu kita," tulis Sri Mulyani dalam kolomnya.

Selain pengelolaan utang, Sri Mulyani juga menyoroti pentingnya investasi pada sektor-sektor produktif. Ia menyebutkan bahwa investasi pada infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan merupakan kunci untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan daya saing ekonomi.

Pemerintah, kata Sri Mulyani, terus berupaya untuk meningkatkan investasi di sektor-sektor tersebut melalui berbagai kebijakan. Salah satunya adalah dengan memberikan insentif kepada investor yang bersedia menanamkan modalnya di sektor-sektor strategis.

"Investasi pada infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan adalah investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi perekonomian kita," ujarnya.

Sri Mulyani juga menekankan pentingnya reformasi struktural untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ekonomi. Reformasi struktural, menurutnya, meliputi berbagai aspek, mulai dari penyederhanaan regulasi hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah terus berupaya untuk melakukan reformasi struktural secara berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan meluncurkan berbagai paket kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Dalam kolomnya, Sri Mulyani juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam mencapai tujuan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama dan berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

"Pertumbuhan ekonomi yang inklusif hanya dapat dicapai jika kita semua bekerja sama. Mari kita bangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera untuk semua," pungkasnya.

Dengan kebijakan fiskal yang berkelanjutan, pengelolaan utang yang prudent, investasi pada sektor-sektor produktif, reformasi struktural, dan sinergi antara semua pihak, Sri Mulyani optimis bahwa Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja keras demi mewujudkan cita-cita tersebut.

Sumber: keuangan.kontan.co.id