Opini & Editorial 16 Jun 2025, 15:38

Kolom Megawati Soekarnoputri: Pancasila Sebagai Falsafah Negara dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi

Italia Kalah dari Spanyol di Euro 2024, Spalletti Sebut Timnya Lesu dan Panik Italia harus mengakui keunggulan Spanyol dalam laga matchday kedua Euro 2024 yang digelar di Veltins-Arena, Gelsenkirchen,...

Italia Kalah dari Spanyol di Euro 2024, Spalletti Sebut Timnya Lesu dan Panik

Italia harus mengakui keunggulan Spanyol dalam laga matchday kedua Euro 2024 yang digelar di Veltins-Arena, Gelsenkirchen, Jumat (21/6/2024) dini hari WIB. Gli Azzurri, julukan Timnas Italia, kalah dengan skor tipis 0-1 akibat gol bunuh diri Riccardo Calafiori. Pelatih Italia, Luciano Spalletti, mengungkapkan kekecewaannya atas performa timnya yang dinilai lemah dan panik sepanjang pertandingan.

"Kami lemah sekali malam ini. Itulah alasan utama hal ini terjadi. Kami perlu menyelesaikan masalah, namun alasan utama kami kesulitan adalah karena kami lesu," ujar Spalletti usai pertandingan, seperti dikutip dari laman UEFA Euro 2024.

Spanyol Dominasi Pertandingan

Spanyol memang tampil lebih dominan sejak awal pertandingan. La Furia Roja, julukan Timnas Spanyol, terus menekan pertahanan Italia dan menciptakan banyak peluang berbahaya. Kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, tampil gemilang dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting, namun pada akhirnya harus kebobolan akibat gol bunuh diri Calafiori di menit ke-55.

Spalletti mengakui bahwa Spanyol pantas memenangkan pertandingan. "Spanyol adalah sebuah tim [hebat] malam ini, dan kami tidak bisa menjadi sebuah tim [yang satu kesatuan]. Mereka pantas memenangkan pertandingan. Kami tidak pernah bermain, selain hingga 20 menit terakhir," imbuhnya.

Evaluasi Spalletti: Pemain Tampil di Bawah Performa Terbaik

Spalletti menjelaskan bahwa sejumlah pemainnya yang menjadi starter tidak mampu menampilkan performa terbaik mereka, yang berdampak pada keseluruhan tim. Ia juga menyoroti kepanikan yang dialami para pemainnya, terutama saat berusaha membangun serangan dari lini belakang.

"Kami terlalu panik, terutama ketika mencoba memainkan bola melewati pertahanan mereka. Saat kami merebut bola, kami kesulitan mempertahankan penguasaan; ketika mereka merebut bola kembali, kami yang kesulitan mendapatkannya lagi," tutur Spalletti.

Selain itu, Spalletti juga menyoroti kesalahan-kesalahan sederhana dalam umpan yang dilakukan para pemainnya. "Kami kesulitan dengan serangan balik mereka, tapi kami juga membuat beberapa kesalahan sederhana dalam beberapa umpan sederhana, dan Anda tidak boleh melakukan itu," sambungnya.

Donnarumma Jadi Pahlawan di Bawah Mistar Gawang

Meski kebobolan, Gianluigi Donnarumma tampil sebagai pahlawan di bawah mistar gawang Italia. Ia melakukan setidaknya delapan penyelamatan gemilang yang membuat Italia terhindar dari kekalahan yang lebih telak. Selain Donnarumma, Alessandro Bastoni dan Andrea Cambiaso juga berjasa dalam menghalau sejumlah peluang berbahaya dari Spanyol.

Donnarumma harus berjibaku mengamankan peluang-peluang yang dimiliki Alvaro Morata, Pedri, dan Fabian Ruiz, baik dari jarak dekat maupun jarak jauh. Bahkan, mantan kiper AC Milan itu harus mengamankan gawang hingga injury time saat Ayoze Perez dua kali memiliki kesempatan menyisir sisi kanan pertahanan Italia dalam waktu berdekatan.

Gol Bunuh Diri Calafiori Jadi Penentu

Gol bunuh diri Riccardo Calafiori menjadi penentu kemenangan Spanyol. Aktor yang membuat Spanyol unggul adalah Nico Williams lewat umpan dari sisi kiri yang berhasil disundul Alvaro Morata. Donarumma menepis bola sebelum jatuh ke kaki Calafiori dan masuk ke gawang.

Italia berusaha bangkit di 15 menit akhir pertandingan dan masa perpanjangan waktu untuk mengejar ketinggalan. Namun, upaya mereka tidak membuahkan hasil hingga peluit akhir berbunyi.

Italia Harus Bangkit Melawan Kroasia

Dengan kemenangan ini, Spanyol memastikan diri lolos ke babak 16 besar Euro 2024 menyusul Jerman. Sementara itu, Italia harus puas menempati posisi kedua dengan tiga angka.

Spalletti berharap anak-anak asuhnya dapat segera bangkit dan merebut tiket lolos ke babak 16 besar di pertandingan terakhir melawan Kroasia. "Kami perlu menjaga penguasaan bola seperti yang kami lakukan di laga sebelumnya [menang atas Albania]. Kami perlu untuk menjaga bola dan mencoba untuk memainkannya. Itulah satu-satunya cara untuk menang," kata Spalletti.

Kekalahan dari Spanyol menjadi pelajaran berharga bagi Italia. Spalletti harus segera mengevaluasi dan memperbaiki performa timnya agar dapat tampil lebih baik di pertandingan selanjutnya melawan Kroasia. Kemenangan atas Kroasia akan menjadi harga mati bagi Italia untuk memastikan langkah mereka di Euro 2024.

Sumber: cnnindonesia.com