Kolom Budi Karya Sumadi: Infrastruktur Transportasi Masa Depan: Investasi Jangka Panjang untuk Kesejahteraan
Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak stabil pada hari terakhir perdagangan tahun 2021, Jumat (31/12/2021). Sentimen pasar masih diwarnai kekhawatiran terhadap penyeba...
Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak stabil pada hari terakhir perdagangan tahun 2021, Jumat (31/12/2021). Sentimen pasar masih diwarnai kekhawatiran terhadap penyebaran varian Omicron Covid-19 yang meningkat secara global.
Pada penutupan perdagangan Kamis (30/12/2021), rupiah melemah 0,10 persen ke level Rp14.270 per dolar AS. Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2021, mata uang Garuda terkoreksi 1,57 persen.
Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp14.250 hingga Rp14.280 per dolar AS. "Rupiah mungkin bergerak dalam kisaran sempit di akhir tahun ini karena sudah tidak banyak aktivitas di pasar keuangan," ujarnya kepada Antara, Jumat (31/12/2021).
Meskipun demikian, Ariston menekankan bahwa peningkatan kasus Covid-19 di berbagai negara akibat varian Omicron menjadi perhatian utama pelaku pasar. Lonjakan kasus, seperti yang terjadi di Prancis dengan rekor 208.000 kasus harian pada Rabu (29/12), mendorong beberapa negara untuk kembali memberlakukan pembatasan aktivitas ekonomi.
"Kekhawatiran ini mungkin bisa menjadi penekan nilai tukar rupiah sebagai aset berisiko terhadap dolar AS hari ini," jelas Ariston.
Pergerakan Rupiah Sepanjang Hari
Pada awal perdagangan Jumat, rupiah sempat dibuka menguat tipis 3,5 poin ke level Rp14.266 per dolar AS. Pergerakan fluktuatif terus terjadi sepanjang hari. Pada pukul 09.36 WIB, rupiah menguat 6 poin atau 0,04 persen ke level Rp14.264 per dolar AS.
Menjelang penutupan, pada pukul 14.03 WIB, rupiah kembali menguat 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.267 per dolar AS. Pada akhirnya, rupiah berhasil mengakhiri perdagangan hari terakhir tahun 2021 dengan penguatan 7,5 poin atau 0,05 persen, ditutup pada level Rp14.262 per dolar AS.
Pengaruh Indeks Dolar AS
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau mengalami penguatan sepanjang hari. Pada pukul 11.15 WIB, indeks dolar AS menguat 0,07 poin atau 0,07 persen ke level 96,038. Penguatan terus berlanjut hingga pukul 13.53 WIB, dengan indeks dolar AS naik 0,077 poin atau 0,08 persen ke level 96,041.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Pergerakan rupiah pada akhir tahun 2021 dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
- Aktivitas Pasar yang Melambat: Menjelang akhir tahun, aktivitas di pasar keuangan cenderung melambat, sehingga mengurangi volatilitas nilai tukar.
- Kekhawatiran Varian Omicron: Penyebaran varian Omicron yang cepat dan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi global menjadi perhatian utama pelaku pasar.
- Sentimen Risiko Global: Sentimen risiko global, termasuk perkembangan kasus Covid-19 dan kebijakan pembatasan ekonomi, dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko seperti rupiah.
- Penguatan Dolar AS: Penguatan indeks dolar AS juga memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Prospek Rupiah ke Depan
Meskipun ditutup menguat pada hari terakhir tahun 2021, prospek rupiah ke depan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan pandemi Covid-19, kebijakan moneter global, dan kondisi ekonomi domestik.
Analis memperkiratkan bahwa rupiah akan menghadapi tantangan di tahun 2022, terutama jika varian Omicron terus menyebar dan memaksa pemerintah untuk memberlakukan pembatasan yang lebih ketat. Namun, dengan fundamental ekonomi yang relatif kuat dan dukungan dari Bank Indonesia, rupiah diharapkan dapat menjaga stabilitasnya di tengah ketidakpastian global.
Sumber: ekonomi.bisnis.com