Opini & Editorial 23 Jun 2025, 17:01

Kolom Anies Baswedan: Urban Farming sebagai Solusi Ketahanan Pangan Kota

Uji Coba Mobil Listrik Mungil Toyota: Coms dan C+Pod di Bali, Cocok untuk Mobilitas Jarak Dekat? NUSA DUA, BALI - Di tengah maraknya mobil listrik di Indonesia, Toyota memberikan kesempatan untuk menj...

Uji Coba Mobil Listrik Mungil Toyota: Coms dan C+Pod di Bali, Cocok untuk Mobilitas Jarak Dekat?

NUSA DUA, BALI - Di tengah maraknya mobil listrik di Indonesia, Toyota memberikan kesempatan untuk menjajal dua mobil listrik mungil mereka, Coms dan C+Pod, di Bali. Kedua mobil ini, yang saat ini masih berstatus kendaraan riset, disewakan kepada publik sebagai bagian dari upaya Toyota dalam membentuk ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Penulis berkesempatan mencoba langsung kedua mobil ini di kawasan Nusa Dua, Bali. Coms, dengan desain unik seperti "peluru" dan hanya memiliki satu kursi, memberikan pengalaman berkendara yang berbeda. Mobil ini dilengkapi lampu LED bulat, tanpa gril depan, dan menggunakan pelek kaleng 12 inci.

"Buat saya yang memiliki ukuran badan tambun, masuk ke dalam kabin Coms terasa sedikit sulit. Posisi kaki harus menekuk sempurna sebelum bisa masuk ke interior," ujar penulis, menggambarkan pengalaman awal menggunakan Coms. Meskipun demikian, setelah berada di dalam kabin, ruang terasa cukup nyaman, meski tanpa AC, hanya dilengkapi kipas angin kecil.

Coms ditenagai oleh motor listrik bertenaga 6,8 PS dan torsi 40 Nm, dengan baterai timbal asam konvensional yang mampu menempuh jarak sekitar 50 km. Kecepatan maksimal mobil ini mencapai 60 km per jam, namun selama pengujian, kecepatan tertinggi yang dicapai adalah 40 km per jam. "Mengemudi Coms ini terasa menyenangkan bagi saya. Saya juga merasa seperti naik wahana mobil-mobilan pada pusat taman bermain, namun bedanya ini di jalan raya," tambahnya.

Namun, suspensi yang keras membuat pengalaman berkendara sedikit kurang nyaman saat melewati jalan rusak. "Begitu ketemu jalan rusak agak mengocok perut karena suspensi cukup keras, belum lagi ada suara 'gujlak-gujlak' dari dalam kabin," jelasnya.

Berbeda dengan Coms, C+Pod menawarkan pengalaman berkendara mobil listrik yang lebih konvensional. Mobil ini dirancang untuk dua orang dewasa dan dilengkapi dengan fitur-fitur yang lebih modern, termasuk AC dan sistem tombol untuk menyalakan mesin.

C+Pod memiliki dimensi yang lebih besar dari Coms, dengan panjang 2.490 mm, lebar 1.290 mm, dan tinggi 1.550 mm. Mobil ini ditenagai oleh motor listrik yang menghasilkan 9,2 kW dan torsi 56 Nm, dengan kecepatan maksimal 60 km per jam. Baterai lithium ion berkapasitas 51 Ah memungkinkan C+Pod menempuh jarak hingga 150 km dengan sekali pengisian penuh.

"Nyetir mobil ini juga terbilang menyenangkan meski di dalam terasa sesak bila ada penumpang lain di sebelah saya," ungkap penulis. Ia menambahkan bahwa konfigurasi tempat duduk 1+1 ke belakang mungkin akan lebih nyaman, seperti pada mobil listrik Renault Twizy.

Meskipun tidak diuji pada kondisi jalan yang menantang seperti tanjakan atau kemacetan, kedua mobil ini dinilai fungsional untuk mobilitas jarak dekat. "Buat saya dua kendaraan ini sangat fungsional digunakan untuk jarak dekat, berpindah dari satu tempat ke tempat lain," ujarnya. Bentuknya yang ringkas juga membuatnya cocok sebagai mobil rental untuk menemani perjalanan wisata, misalnya di Bali.

Untuk mendukung penggunaan mobil listrik secara luas, penulis menekankan pentingnya ketersediaan tempat pengisian baterai yang memadai. Selain itu, harga yang terjangkau juga menjadi faktor penting agar mobil listrik dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Inisiatif Toyota dengan menyediakan layanan sewa untuk Coms dan C+Pod di Bali dapat menjadi langkah awal yang baik sebelum menjualnya secara resmi. Dengan demikian, Toyota dapat memahami kebutuhan konsumen dan pola penggunaan kendaraan listrik di masyarakat Indonesia.

Sumber: cnnindonesia.com