Olahraga 08 Jul 2025, 01:56

KOI ungkap tantangan olahraga Indonesia jelang Olimpiade Paris 2024

KOI Ungkap Tantangan Olahraga Indonesia Jelang Olimpiade Paris 2024: Target Medali Emas Terbanyak Jadi Fokus Utama Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sa...

KOI Ungkap Tantangan Olahraga Indonesia Jelang Olimpiade Paris 2024: Target Medali Emas Terbanyak Jadi Fokus Utama

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi olahraga Indonesia menjelang Olimpiade 2024 di Paris, Prancis. Pernyataan ini disampaikan saat ditemui di Kantor KOI di Jakarta, Jumat (9/6/2023), dengan tujuan untuk mendorong kemandirian olahraga Indonesia.

"Saya pikir ini harus menjadi salah satu manifesto untuk olahraga menjadi lebih independen. Tapi ini butuh waktu dan effort," ujar Okto, menekankan perlunya upaya berkelanjutan untuk mencapai kemandirian tersebut.

Potensi Olahraga Beregu dan Fenomena SEA Games

Di balik tantangan tersebut, Okto melihat potensi besar, terutama dari cabang olahraga beregu seperti bola basket, bola voli, hingga sepak bola. Ia menyoroti kontribusi signifikan cabang-cabang olahraga beregu dalam menyumbangkan medali bagi Indonesia di SEA Games 2023 Kamboja.

"Fenomena lainnya adalah olahraga kelompok. Kita lihat dari (SEA Games) Filipina, ada water polo, di (SEA Games) Vietnam muncul basket dan voli, dan sekarang di (SEA Games) Kamboja ada kriket, hoki, basket, voli, sampai sepak bola," jelas Okto. Ia menambahkan bahwa euforia dari olahraga kelompok harus terus ditingkatkan karena interaksi yang lebih besar dengan masyarakat.

Target Kualifikasi Olimpiade dan Perbandingan dengan Negara Lain

Okto juga menyoroti perbandingan jumlah atlet yang dikirim ke Olimpiade dengan jumlah penduduk Indonesia. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena jumlah atlet yang dikirim tidak sebanding dengan pertumbuhan populasi.

"Tantangan saya selama ini sejak jadi CdM Olimpiade Rio 2016, waktu itu penduduk Indonesia sebanyak 234 juta dengan 28 atlet dikirim ke Olimpiade. Hari ini jumlah penduduk kita 270 juta kita kirim atlet 28 orang juga. Malaysia dan Singapura juga mengirim tidak jauh dari kita, berarti ada yang salah," imbuhnya. Ia menekankan pentingnya mendorong peningkatan jumlah atlet yang lolos kualifikasi Olimpiade.

Optimisme Meraih Medali Emas Terbanyak

Lebih lanjut, Okto menyampaikan harapan untuk membawa pulang medali emas terbanyak selama Indonesia berpartisipasi di Olimpiade. Ia optimis bahwa atlet Indonesia mampu mencetak sejarah baru di Paris 2024.

"Saya ingin Indonesia mendapat medali emas terbanyak selama Indonesia ikut Olimpiade. Dan saya yakin di Paris 2024 jumlah kualifikasinya bertambah, dan emasnya bertambah," kata Okto dengan penuh semangat.

Peluang Emas dan Cabang Olahraga Potensial

Menurut perhitungan Okto, Indonesia berpotensi meraih dua medali emas. Jika Indonesia berhasil meraih tiga emas, maka itu akan menjadi rekor baru bagi Kontingen Merah-Putih.

"Angkat besi punya potensi karena Rahmat (Erwin Abdullah) angkatannya sudah menjadi rekor dunia. Panjat tebing kita punya, bulu tangkis kita cukup confident, surfing mudah-mudahan bisa masuk, panahan juga masih confident karena (persiapannya) sangat serius. Saya kira pasti banyak kejutan di Paris 2024," ujar Okto, menyebutkan beberapa cabang olahraga yang memiliki potensi besar.

Kesimpulan: Harapan dan Tantangan Menuju Paris 2024

Dengan berbagai tantangan dan potensi yang ada, KOI optimis dapat meraih hasil maksimal di Olimpiade Paris 2024. Target medali emas terbanyak menjadi fokus utama, dengan harapan para atlet Indonesia mampu memberikan kejutan dan mencetak sejarah baru. Dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia sangat diharapkan untuk mewujudkan impian tersebut.

Sumber: antaranews.com