Ekonomi & Bisnis 14 Jun 2025, 04:02

Inflasi Mei 2025 Terkendali di Angka 3,2%: Pasokan Pangan Dijaga Ketat Jelang Idul Adha

Inflasi Mei 2025 Terkendali di Angka 3,2%: Pemerintah Fokus Jaga Pasokan Pangan Jelang Idul Adha JAKARTA (2 Juni 2025) – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa tingkat inflasi pada bulan Mei 20...

Inflasi Mei 2025 Terkendali di Angka 3,2%: Pemerintah Fokus Jaga Pasokan Pangan Jelang Idul Adha

JAKARTA (2 Juni 2025) – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa tingkat inflasi pada bulan Mei 2025 berhasil dikendalikan di angka 3,2%. Capaian ini menjadi kabar baik di tengah persiapan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Adha. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan tersebut.

Kepala BPS, Dr. Anwar Usman, menjelaskan bahwa inflasi Mei terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga beberapa komoditas pangan strategis. "Meskipun ada kenaikan, kami bersyukur bahwa angkanya masih terkendali. Ini adalah hasil dari koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam memantau dan mengendalikan harga," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/6/2025).

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan selama periode Idul Adha. Salah satu fokus utama adalah menjaga stok daging sapi dan kambing, mengingat peningkatan permintaan yang signifikan menjelang hari raya kurban.

"Kami telah berkoordinasi dengan para peternak dan distributor untuk memastikan pasokan hewan kurban mencukupi. Selain itu, kami juga melakukan pemantauan intensif terhadap harga di pasar-pasar tradisional untuk mencegah praktik penimbunan atau spekulasi yang dapat merugikan masyarakat," kata Menteri Pertanian, Andi Setiawan, dalam keterangan terpisah.

Selain daging, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada komoditas pangan lainnya seperti beras, telur, minyak goreng, dan sayuran. Operasi pasar akan digelar di berbagai daerah jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar.

"Kami tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas jika ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk mencari keuntungan pribadi. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama," tegas Menteri Perdagangan, Retno Marsudi.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Dr. Budi Santoso, menilai bahwa upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks seiring dengan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global.

"Pemerintah perlu terus berinvestasi dalam infrastruktur pertanian dan mengembangkan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas petani. Selain itu, diversifikasi pangan juga perlu didorong untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu," ujarnya.

Menjelang Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada awal Juli 2025, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan berbelanja secara bijak. Ketersediaan pasokan pangan dipastikan aman dan harga akan terus dipantau agar tetap stabil.

"Kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan khidmat dan sukacita. Pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dengan harga yang terjangkau," pungkas Kepala BPS, Dr. Anwar Usman.

Dengan inflasi yang terkendali dan komitmen pemerintah untuk menjaga pasokan pangan, diharapkan masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Adha dengan tenang dan penuh berkah. Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi ekonomi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Sumber: antaranews.com