Ekonomi & Bisnis 08 Jul 2025, 01:55

IHSG Hari Ini, Senin 7 Juli 2025: Diprediksi Bergerak Mendatar

IHSG Hari Ini, Senin 7 Juli 2025: Diprediksi Bergerak Mendatar Jakarta, Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin, 7 Juli 2025, dibuka menguat, namun diperkirakan akan...

IHSG Hari Ini, Senin 7 Juli 2025: Diprediksi Bergerak Mendatar

Jakarta, Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin, 7 Juli 2025, dibuka menguat, namun diperkirakan akan bergerak mendatar atau konsolidasi. Sentimen pasar dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS).

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 21,09 poin atau 0,31% ke level 6.899,14. Indeks LQ45, yang berisi saham-saham dengan kapitalisasi besar, juga naik sebesar 2,84 poin atau 0,37% ke posisi 768,43. Namun, pergerakan positif ini tidak bertahan lama. IHSG sempat naik 27,52 poin atau 0,40% ke level 6.908,76, sebelum akhirnya melemah 18,94 poin atau 0,27% ke level 6.896,42.

Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memproyeksikan bahwa IHSG akan bergerak konsolidasi dalam kisaran 6.800 hingga 7.000. "IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidasi dalam kisaran 6.800 sampai 7.000," ujar Ratna Lim di Jakarta, Senin.

Fokus utama pelaku pasar saat ini adalah perkembangan kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS. Batas waktu jeda tarif resiprokal selama 90 hari akan berakhir pada 9 Juli 2025. AS kembali memundurkan waktu pemberlakuan tarif resiprokal menjadi 1 Agustus. Delegasi Indonesia dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan AS pada 7 Juli 2025.

Indonesia menawarkan komitmen untuk melakukan pembelian produk AS dalam jangka panjang senilai 34 miliar dolar AS, melebihi defisit neraca perdagangan AS terhadap Indonesia yang sebesar 19 miliar dolar AS. Pembelian tersebut termasuk pembelian energi senilai 15,5 miliar dolar AS.

Selain isu perdagangan, pelaku pasar juga akan mencermati Federal Open Market Committee (FOMC) Minutes untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed pada tahun ini.

Dari sisi eksternal, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC+) akan menaikkan produksi minyak sebesar 548 ribu barel per hari (bpd) mulai Agustus 2025, lebih cepat dari peningkatan sebelumnya sebesar 411 ribu bpd pada periode Mei hingga Juli 2025.

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan menyambut aksi penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO), dengan delapan perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini. Selain itu, data cadangan devisa, penjualan motor dan mobil, kepercayaan konsumen (consumer confidence), serta penjualan ritel (retail sales) juga akan dirilis pada pekan ini.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis, 26 Juni 2025, IHSG dibuka menguat 9,71 poin atau 0,14% ke posisi 6.841,85. Pada perdagangan Jumat, 30 Juni 2025, IHSG juga dibuka menguat 34,91 poin atau 0,51% ke posisi 6.932,31.

Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pasar, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik. Fluktuasi IHSG yang diprediksi akan bergerak mendatar menunjukkan bahwa sentimen pasar masih belum stabil.

Sumber: mediaindonesia.com