Ekonomi & Bisnis 10 Jun 2025, 05:20

IHSG Hari Ini, Senin 2 Juni 2025: Menguat Jelang Rilis Inflasi

IHSG Hari Ini, Senin 2 Juni 2025: Menguat Terbatas Jelang Rilis Inflasi JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan awal pekan ini dengan terkoreksi. Pa...

IHSG Hari Ini, Senin 2 Juni 2025: Menguat Terbatas Jelang Rilis Inflasi

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan awal pekan ini dengan terkoreksi. Pada Senin, 2 Juni 2025, IHSG dibuka melemah 41,33 poin atau 0,58% ke level 7.134,49. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisikan 45 saham unggulan juga mengalami penurunan sebesar 9,68 poin atau 1,19% ke posisi 805,08.

Meskipun dibuka melemah, analis dari Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas memprediksi bahwa IHSG memiliki potensi untuk menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan IHSG adalah antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia periode Mei 2025.

"IHSG berpeluang menguat terbatas pada awal pekan ini," tulis Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya, Senin (2/6/2025).

Faktor Domestik dan Global Mempengaruhi Pasar

Perdagangan saham di BEI pada pekan ini akan berlangsung lebih singkat, hanya empat hari, karena hari Jumat merupakan hari libur nasional memperingati Hari Raya Idul Adha. Meskipun demikian, sejumlah data ekonomi penting akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.

Pada hari ini, S&P Global dijadwalkan merilis data Purchasing Managers' Index (PMI) periode Mei 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) juga akan mengumumkan dua data penting, yaitu Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2025 dan Neraca Perdagangan April 2025. Pasar memperkirakan bahwa IHK akan menunjukkan penurunan atau deflasi pada Mei 2025 secara bulanan.

Dari sisi eksternal, kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump turut memberikan pengaruh. Pada Jumat (30/5/2025), Trump mengumumkan rencana untuk menggandakan tarif impor baja dari 25% menjadi 50%. Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan tekanan pada produsen yang bergantung pada logam industri untuk kegiatan produksi. Tarif baru ini akan mulai berlaku pada tanggal 4 Juni.

Langkah Trump ini menuai kritik dari Uni Eropa (UE). UE memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat merusak upaya untuk mencapai solusi dalam perang dagang yang sedang berlangsung.

Kinerja IHSG dalam Beberapa Hari Terakhir

Sebelumnya, IHSG menunjukkan pergerakan yang fluktuatif. Pada perdagangan Selasa, 3 Juni 2025, IHSG dibuka melemah 28,94 poin atau 0,41% ke posisi 7.036,13. Namun, pada Rabu, 28 Mei 2025, IHSG dibuka menguat 35,97 poin atau 0,50% ke posisi 7.234,94. Sementara pada Selasa, 27 Mei 2025, IHSG dibuka menguat 15,82 poin atau 0,22% ke posisi 7.204,17, dan pada Senin, 26 Mei 2025, IHSG dibuka menguat 17,32 poin atau 0,24% ke posisi 7.231,48. Secara keseluruhan, IHSG mengalami pelemahan sebesar 0,53% dalam sepekan terakhir dan ditutup di level 7.175,819.

Aktivitas Korporasi dan Regulasi

Di sisi lain, Direktur PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) Simon Hendiawan menyampaikan laporan kepemilikan saham di perseroan sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan Pasal 2 POJK Nomor 4/POJK.04/2024.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga melaporkan bahwa sebanyak 36 emiten telah menyampaikan rencana relaksasi kebijakan buyback saham tanpa perlu melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kesimpulan

Perdagangan IHSG pada awal pekan ini diwarnai oleh sentimen yang beragam. Meskipun dibuka melemah, potensi penguatan terbatas masih terbuka seiring dengan antisipasi rilis data inflasi. Faktor eksternal, seperti kebijakan tarif impor AS, juga turut memberikan pengaruh. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan data ekonomi dan kebijakan global untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Sumber: mediaindonesia.com