Sosial & Budaya 18 Jun 2025, 06:49

Hari Melawan Ujaran Kebencian Tanggal 18 Juni, Ini Sejarah dan Tujuannya

Hari Melawan Ujaran Kebencian Tanggal 18 Juni, Ini Sejarah dan Tujuannya Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Setiap tanggal 18 Juni diperingati sebagai Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian. Per...

Hari Melawan Ujaran Kebencian Tanggal 18 Juni, Ini Sejarah dan Tujuannya

Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Setiap tanggal 18 Juni diperingati sebagai Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian. Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya ujaran kebencian yang dapat mengancam perdamaian, persatuan, dan martabat manusia di seluruh dunia. Lalu, bagaimana sejarah ditetapkannya hari penting ini, dan apa tujuannya?

Latar Belakang dan Sejarah

Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian ditetapkan melalui Resolusi Majelis Umum PBB A/RES/75/309 pada Juli 2021. Peringatan ini didasarkan pada Strategi dan Rencana Aksi PBB tentang Ujaran Kebencian yang pertama kali diluncurkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB pada 18 Juni 2019.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melihat ujaran kebencian sebagai ancaman yang tumbuh pesat, terutama di era digital. Ujaran kebencian berpotensi memicu kekerasan, diskriminasi, hingga kejahatan terhadap kemanusiaan. Oleh karena itu, peringatan ini dirancang untuk memperkuat komitmen global dalam melawan intoleransi dan ekstremisme berbasis kebencian.

Sejak diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2021, peringatan ini mendorong semua pihak, mulai dari negara, masyarakat sipil, hingga individu, untuk mengambil peran aktif dalam memerangi penyebaran kebencian baik di ruang publik maupun di dunia digital.

Tujuan Peringatan Hari Melawan Ujaran Kebencian

Dalam pernyataan resminya, Sekjen PBB António Guterres menegaskan tujuan utama dari peringatan ini, antara lain:

  • Meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya ujaran kebencian dan dampaknya terhadap individu, masyarakat, dan perdamaian dunia.
  • Mendorong dialog dan toleransi antar kelompok masyarakat yang berbeda.
  • Memobilisasi tindakan kolektif untuk melawan ujaran kebencian di semua platform, termasuk media sosial.
  • Mempromosikan pendidikan dan pembelajaran untuk membangun masyarakat yang inklusif dan menghormati perbedaan.

Cara Memperingati Hari Melawan Ujaran Kebencian

Berdasarkan panduan resmi PBB, peringatan ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, di antaranya:

  • Mengadakan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya ujaran kebencian.
  • Menyelenggarakan lokakarya dan seminar tentang cara mengidentifikasi, melaporkan, dan melawan ujaran kebencian.
  • Membuat dan menyebarkan konten positif yang mempromosikan toleransi dan inklusi.
  • Mendukung organisasi dan inisiatif yang bekerja untuk melawan ujaran kebencian.
  • Berpartisipasi dalam dialog antaragama dan antarbudaya untuk membangun pemahaman dan rasa hormat.

Pentingnya Melawan Ujaran Kebencian

Ujaran kebencian tidak hanya menyakiti individu, tetapi juga merusak tatanan sosial dan mengancam perdamaian. Dampaknya bisa meluas, memicu konflik, dan menghambat pembangunan.

"Ujaran kebencian adalah ancaman bagi nilai-nilai demokrasi, stabilitas sosial, dan perdamaian," ujar [Nama Tokoh/Pengamat], [Jabatan]. "Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melawan ujaran kebencian dan menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi semua orang."

Peringatan Hari Internasional Melawan Ujaran Kebencian atau International Day for Countering Hate Speech menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga ruang sosial yang sehat, menghargai perbedaan, dan mencegah kekerasan berbasis ujaran. Dengan meningkatkan kesadaran dan mengambil tindakan nyata, kita dapat menciptakan dunia yang lebih toleran dan damai.

Kesimpulan

Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga momentum untuk bertindak. Mari kita semua berkontribusi dalam menciptakan dunia yang bebas dari ujaran kebencian, di mana setiap individu merasa aman, dihargai, dan dihormati. Dengan bersama-sama melawan ujaran kebencian, kita dapat membangun masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan damai bagi semua.

Sumber: news.detik.com