Hukum & Kriminal 20 Jun 2025, 13:55

Hari Ini Mulai Diberlakukan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Jakarta-Cikampek

Rekayasa Lalu Lintas di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Diberlakukan untuk Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2025 Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di ruas Tol Ja...

Rekayasa Lalu Lintas di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Diberlakukan untuk Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2025

Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek pada hari ini, Rabu, 26 Maret 2025, sebagai langkah antisipasi terhadap kepadatan arus mudik Lebaran 2025. Rekayasa lalu lintas ini diterapkan untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik yang akan meninggalkan Jakarta menuju berbagai daerah di Jawa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa tahap awal rekayasa lalu lintas yang diterapkan adalah sistem contraflow di Tol Jakarta-Cikampek, mulai dari kilometer 47 hingga kilometer 70.

"Hari ini mulai diberlakukan rekayasa, apakah itu contraflow yang dilaksanakan di tol Jakarta-Cikampek kilometer 47 sampai dengan 70," ujar Kapolri dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan bahwa penerapan sistem one way atau satu arah akan diberlakukan jika volume kendaraan yang melintas meningkat signifikan. Sistem one way baru akan diterapkan apabila jumlah kendaraan mencapai lebih dari 8 ribu unit per jam. Jika volume kendaraan masih di bawah angka tersebut, maka sistem contraflow akan tetap menjadi pilihan utama.

"Apabila nantinya dibutuhkan sistem rekayasa one way, kepolisian akan memberlakukannya. Namun, sistem satu arah atau one way baru akan diberlakukan saat jumlah kendaraan yang melintas di atas 8 ribu unit per jam. Jika lalu lintas jumlah kendaraan masih di bawah itu, rekayasa lalu lintas yang digunakan hanya dengan cara contraflow," imbuhnya.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini mengenai perubahan lalu lintas melalui berbagai kanal informasi resmi yang disediakan oleh Polri, termasuk media sosial dan media massa. Hal ini penting agar para pemudik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan menghindari potensi kepadatan lalu lintas.

Menurut data yang diterima, terjadi peningkatan jumlah kendaraan mudik sebanyak 7 persen sejak H-10 hingga H-6 Lebaran. Peningkatan ini menjadi salah satu alasan utama kepolisian untuk menerapkan rekayasa lalu lintas lebih awal.

Dalam rangka persiapan penanganan arus mudik Lebaran 2025, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga melakukan kunjungan ke rest area di KM 57 Tol Cikampek Utama, Jawa Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan fasilitas di rest area dalam kondisi yang baik dan siap melayani para pemudik.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menko PMK Pratikno, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani arus mudik Lebaran 2025.

Dengan dimulainya rekayasa lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek, diharapkan perjalanan para pemudik dapat berjalan lebih lancar dan aman. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati di jalan, mematuhi rambu lalu lintas, dan beristirahat yang cukup jika merasa lelah. Keselamatan adalah yang utama, sehingga para pemudik dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga tercinta dengan sukacita.

Sumber: tempo.co