Hari Anak Nasional, Begini Cara Jitu Bikin Anak Pintar Ala Wamen Stella
Hari Anak Nasional, Begini Cara Jitu Bikin Anak Pintar Ala Wamen Stella Jakarta: Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli. Tahun ini, HAN mengangkat tema "Anak Hebat, Indonesia...
Hari Anak Nasional, Begini Cara Jitu Bikin Anak Pintar Ala Wamen Stella
Jakarta: Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli. Tahun ini, HAN mengangkat tema "Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045". Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, membagikan cara sederhana namun efektif untuk mendidik anak agar menjadi pintar, yaitu dengan sering berbicara dan berdiskusi dengan mereka.
Peringatan HAN bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan hak-hak anak, termasuk perlindungan bagi mereka. Berbagai kegiatan edukatif, kreatif, dan menyenangkan untuk anak-anak diadakan untuk memeriahkan HAN.
Stella Christie melalui akun Instagramnya @prof.stellachristie mengungkapkan bahwa cara paling jitu untuk membuat anak pintar ternyata sangat mudah dan murah. "Sains mengatakan cara paling jitu yang membuat anak pintar ternyata adalah cara yang mudah dan murah," tulisnya pada Senin, 21 Juli 2025.
Menurutnya, kunci utama untuk meningkatkan kecerdasan anak adalah dengan membangun komunikasi yang baik melalui percakapan dan diskusi. "Yaitu dengan sering-sering berbicara dan berdiskusi dengan anak," ujarnya.
Stella mengajak semua pihak untuk lebih aktif berbicara dan berdiskusi dengan anak-anak, khususnya dalam momen HAN 2025 ini. Ia menekankan pentingnya mendengarkan pendapat dan melibatkan anak-anak dalam percakapan.
"Di Hari Anak Nasional mari kita mulai mendengarkan dan berdiskusi dengan anak-anak kita. Selamat Hari Anak Nasional 2025, anak Indonesia kita bersaudara," pungkas Stella.
Pernyataan Wamen Stella ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa interaksi verbal yang kaya dan bermakna antara orang tua dan anak memiliki dampak positif pada perkembangan kognitif dan bahasa anak. Berbicara dan berdiskusi dengan anak tidak hanya membantu mereka memperluas kosakata dan kemampuan berbahasa, tetapi juga merangsang pemikiran kritis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.
Selain itu, interaksi yang positif dan penuh perhatian dapat membangun ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak, yang pada gilirannya dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kesejahteraan psikologis anak.
Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, mari kita semua berkomitmen untuk lebih sering berbicara dan berdiskusi dengan anak-anak kita. Dengan memberikan perhatian dan stimulasi yang tepat, kita dapat membantu mereka tumbuh menjadi anak-anak yang hebat, cerdas, dan berkarakter, serta siap untuk menyongsong masa depan Indonesia Emas 2045.
Hari Anak Nasional adalah momentum penting untuk mengingatkan kita semua akan tanggung jawab bersama dalam melindungi dan mengembangkan potensi anak-anak Indonesia. Dengan memberikan pendidikan yang berkualitas, lingkungan yang aman dan mendukung, serta kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat, kita dapat memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Sumber: medcom.id