Internasional 24 Jun 2025, 16:59

Harga Minyak Dunia Hari Ini 24 Juni 2025 Tergelincir, Apa Penyebabnya?

Harga Minyak Dunia Hari Ini 24 Juni 2025 Tergelincir, Apa Penyebabnya? Jakarta - Harga minyak dunia mengalami koreksi pada perdagangan hari Selasa (24/6/2025) di pasar Asia, setelah sempat melonjak ak...

Harga Minyak Dunia Hari Ini 24 Juni 2025 Tergelincir, Apa Penyebabnya?

Jakarta - Harga minyak dunia mengalami koreksi pada perdagangan hari Selasa (24/6/2025) di pasar Asia, setelah sempat melonjak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penurunan harga ini terjadi setelah serangan rudal Iran ke pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Qatar dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa, sehingga memicu harapan investor bahwa konflik dapat mereda.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah AS (West Texas Intermediate/WTI) melemah 2,85% ke level USD 66,57 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent juga mengalami penurunan sebesar 2,77% menjadi USD 69,50 per barel. Level harga minyak saat ini bahkan berada di bawah harga pada 13 Juni lalu, saat Israel menyerang Iran.

Serangan rudal Iran menyasar Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar sebagai respons terhadap serangan AS ke fasilitas nuklir Iran pada akhir pekan lalu. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengonfirmasi bahwa serangan tersebut tidak menyebabkan adanya korban jiwa. Sistem pertahanan udara Qatar juga berhasil mencegat rudal-rudal yang diluncurkan Iran.

Sebelumnya, harga minyak mentah sempat melonjak pada hari Minggu setelah AS bergabung dengan kampanye Israel melawan Iran. Harga minyak Brent naik lebih dari 5% hingga menembus angka USD 81 per barel, sementara harga minyak WTI mencapai level tertinggi sejak Januari sebelum akhirnya kembali turun.

Menteri Energi Chris Wright mengatakan bahwa penjualan minyak mentah di pasar minyak menunjukkan keyakinan investor bahwa konflik akan mereda setelah serangan AS ke Iran.

"Pada dasarnya, strategi perdamaian melalui kekuatan. Jika kita tidak mendapatkan apapun lagi dari Iran, Presiden Trump akan menang besar dalam hal ini," ujar Head of Global Commodity RBC Capital Markets, Helima Croft.

Presiden AS Donald Trump juga memberikan apresiasi kepada Iran melalui unggahan di media sosial, karena Iran telah memberikan pemberitahuan awal tentang serangan tersebut sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Trump juga menyerukan Iran untuk bergerak menuju perdamaian dan mendorong Israel untuk melakukan hal yang sama.

Pasar minyak tampaknya telah menghindari skenario terburuk, yaitu upaya Iran untuk menutup Selat Hormuz. Sekitar 20 juta barel minyak mentah per hari, atau 20% dari konsumsi global, melewati selat tersebut pada tahun 2024, menurut data dari Badan Informasi Energi AS (EIA).

Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa parlemen Iran telah mendukung penutupan Selat Hormuz. Namun, keputusan akhir mengenai penutupan selat tersebut berada di tangan dewan keamanan nasional Iran.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah memperingatkan Iran agar tidak mencoba menutup Selat Hormuz. "Itu akan menjadi bunuh diri ekonomi bagi Iran karena ekspor mereka melewati Selat Hormuz itu," tegas Rubio.

Rubio menambahkan, "Kami masih memiliki opsi untuk mengatasinya. Itu akan lebih merugikan ekonomi negara lain daripada ekonomi kami. Saya pikir, itu akan menjadi eskalasi besar-besaran yang akan membutuhkan respons, tidak hanya dari kami, tetapi juga dari negara lain."

Berdasarkan data dari Kpler, Iran mengekspor 1,84 juta barel per hari pada bulan lalu, dengan sebagian besar dijual ke China. Sementara itu, menurut laporan pasar minyak bulanan OPEC yang dirilis pada bulan Juni, Iran memproduksi 3,3 juta barel per hari pada bulan Mei.

Rubio juga meminta China untuk menggunakan pengaruhnya untuk mencegah Teheran menutup Selat Hormuz. Sekitar setengah dari impor minyak mentah China melalui perairan berasal dari Teluk Persia, menurut data Kpler.

"Saya mendorong pemerintah China di Beijing untuk menghubungi mereka tentang hal itu karena mereka sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk minyak mereka," pungkas Rubio.

Penurunan harga minyak dunia hari ini mencerminkan sentimen pasar yang cenderung merespons positif terhadap potensi de-eskalasi konflik di Timur Tengah. Namun, situasi ini masih sangat dinamis dan rentan terhadap perubahan, sehingga pelaku pasar akan terus memantau perkembangan geopolitik di kawasan tersebut. Terutama, perihal potensi penutupan Selat Hormuz yang dapat mengganggu pasokan minyak global.

Sumber: liputan6.com