Ekonomi & Bisnis 02 Jul 2025, 07:55

Harga Emas Hari Ini 2 Juli 2025 Naik, Ini Penyebabnya

Liputan6.com, JakartaHarga emasmelonjak lebih dari 1% pada hari Selasa karena investor mencari aset aman setelah RUU “besar dan indah” dari Presiden AS Donald Trump disahkan di Senat, menjelang tengga...

Liputan6.com, JakartaHarga emasmelonjak lebih dari 1% pada hari Selasa karena investor mencari aset aman setelah RUU “besar dan indah” dari Presiden AS Donald Trump disahkan di Senat, menjelang tenggat 9 Juli terkait tarif perdagangan.

Dikutip dariCnbc, Rabu (2/7/2025), harga emas spot naik 1,1% menjadi USD 3.337,42 per ons. Kontrak berjangka emas AS ditutup naik 1,3% pada USD 3.349,8 per ons.

Senat AS yang dikuasai Partai Republik memberikan suara untuk meloloskan RUU pemotongan pajak dan pengeluaran yang luas sebagaimana diinginkan Trump, yang mencakup pemangkasan sejumlah program layanan sosial.

“RUU anggaran yang disahkan memberi dukungan karena tampaknya akan menyebabkan defisit sebesar $3 triliun dalam 10 tahun ke depan,” kata analis Marex, Edward Meir.

“Hal ini, selain bersifat inflasioner, juga akan meningkatkan beban utang yang harus dibiayai dengan lebih banyak pinjaman — semua faktor ini mendukung pasaremasyang lebih kuat," tambahnya.

Emas, yang dianggap sebagai penyimpan nilai, cenderung menguat di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memperingatkan bahwa negara-negara lain dapat dikenai tarif yang jauh lebih tinggi meskipun telah melakukan negosiasi dengan itikad baik.

Hal ini berkaitan dengan mendekatnya tanggal 9 Juli, saat tarif yang kini bersifat sementara sebesar 10% akan kembali ke tarif yang ditangguhkan Trump antara 11% hingga 50%.

Investorkini mengalihkan perhatian ke data ketenagakerjaan ADP AS yang akan dirilis pada hari Rabu, serta data payroll hari Kamis, untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan bahwa jika tarif dikecualikan, inflasi bergerak sesuai harapan.

Pasar saat ini memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga sebesar total 50 basis poin tahun ini, dimulai pada bulan September. Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.

Rhona O’Connell, kepala analisis pasar untuk kawasan EMEA dan Asia di StoneX, memperkirakan harga emas akan rata-rata di angka $3.000 per ons pada kuartal keempat, dan kemungkinan bahkan lebih rendah pada akhir tahun.

Sumber: liputan6.com