Nasional 15 Jul 2025, 22:58

Gempa Hari Ini Selasa 15 Juli 2025: Tiga Kali Getarkan Dua Wilayah Indonesia

Gempa Hari Ini Selasa 15 Juli 2025: Tiga Kali Getarkan Dua Wilayah Indonesia Jakarta - Lindu kembali menggetarkan Indonesia pada hari ini, Selasa (15/7/2025). Hingga pukul 20.00 WIB, Badan Meteorologi...

Gempa Hari Ini Selasa 15 Juli 2025: Tiga Kali Getarkan Dua Wilayah Indonesia

Jakarta - Lindu kembali menggetarkan Indonesia pada hari ini, Selasa (15/7/2025). Hingga pukul 20.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tiga gempa bumi terjadi di dua wilayah berbeda, yaitu Maluku Tengah dan Lombok Utara. Gempa-gempa ini menimbulkan kepanikan warga, namun belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa.

Gempa pertama terjadi di Maluku Tengah pada pukul 05:18:26 WIB. BMKG melaporkan bahwa gempa ini memiliki kekuatan magnitudo 4,7 dengan kedalaman 14 kilometer. Pusat gempa berada di laut, sekitar 14 kilometer timur laut Wahai, Maluku Tengah.

"Pusat gempa berada di laut 14 kilometer timur laut Wahai, Maluku Tengah," jelas BMKG dalam keterangan resminya. Episenter gempa tercatat pada koordinat 2,71 Lintang Selatan (LS)-129,57 Bujur Timur (BT). Getaran gempa ini dirasakan dengan intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) III di Seram Utara.

Gempa susulan kembali mengguncang Wahai, Maluku Tengah, pada pukul 08:19:37 WIB. Gempa kali ini berkekuatan magnitudo 4,2 dengan kedalaman 13 kilometer. Lokasi pusat gempa berada di laut, sekitar 12 kilometer timur laut Wahai, Maluku Tengah, dengan episenter pada koordinat 2,71 Lintang Selatan (LS)-129,54 Bujur Timur (BT). Intensitas getaran yang dirasakan di Seram Utara juga berada pada skala MMI III.

Sementara itu, wilayah Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), diguncang gempa pada sore hari, tepatnya pukul 15:35:55 WIB. BMKG mencatat gempa ini berkekuatan magnitudo 4,5 dengan kedalaman 11 kilometer. Pusat gempa berada di laut, sekitar 14 kilometer barat daya Lombok Utara, dengan episenter pada koordinat 8,40 Lintang Selatan (LS)-116,04 Bujur Timur (BT).

Getaran gempa di Lombok Utara dirasakan dengan intensitas yang berbeda di beberapa wilayah. Lombok Tengah, Lombok Timur, Karangasem, Klungkung, Gianyar, Kuta Selatan, dan Denpasar merasakan getaran dengan intensitas MMI II. Sementara itu, Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Utara merasakan getaran dengan intensitas MMI III.

Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap gempa bumi karena terletak di jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik. Kondisi ini menyebabkan sering terjadinya aktivitas kegempaan di berbagai wilayah Indonesia.

Gempa bumi merupakan bencana alam yang dapat menyebabkan kerugian nyawa dan harta benda. Menurut data dari WHO, gempa bumi telah menyebabkan 750 ribu kematian secara global dalam kurun waktu 1998-2017. Lebih dari 125 juta orang terkena dampak gempa bumi selama periode yang sama.

Meskipun gempa bumi tidak dapat dicegah, masyarakat dapat mengurangi risiko dampak buruknya dengan meningkatkan kesiapsiagaan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mempelajari prosedur evakuasi yang benar saat terjadi gempa bumi.
  • Mempersiapkan tas siaga bencana yang berisi perbekalan penting seperti makanan, air, obat-obatan, dan dokumen penting.
  • Mengenali bangunan tempat tinggal atau tempat kerja, serta mencari tahu tempat-tempat yang aman untuk berlindung saat gempa bumi terjadi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung api, atau runtuhan batuan. Sementara itu, BMKG mendefinisikan gempa bumi sebagai peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

WHO menambahkan bahwa gempa bumi adalah guncangan hebat dan tiba-tiba dari tanah, yang disebabkan oleh pergerakan antara lempeng tektonik di sepanjang garis patahan di kerak bumi. Gempa bumi dapat mengakibatkan berbagai dampak seperti goncangan tanah, likuifaksi tanah, tanah longsor, retakan, longsoran, kebakaran, dan tsunami.

Dengan memahami potensi bahaya gempa bumi dan meningkatkan kesiapsiagaan, diharapkan masyarakat dapat lebih tangguh dalam menghadapi bencana ini. Selalu perhatikan informasi resmi dari BMKG dan BNPB untuk mendapatkan informasi terkini mengenai gempa bumi dan langkah-langkah yang harus dilakukan.

Sumber: liputan6.com