Editorial: Urgensi Reformasi Sistem Pendidikan Tinggi untuk Daya Saing Bangsa di 2025
Lamongan Siaga Banjir, Delapan Kecamatan Rawan Bencana Hidrometeorologi LAMONGAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan menetapkan status siaga banjir di delapan kecamatan yang berada di sepanjan...
Lamongan Siaga Banjir, Delapan Kecamatan Rawan Bencana Hidrometeorologi
LAMONGAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan menetapkan status siaga banjir di delapan kecamatan yang berada di sepanjang aliran Bengawan Solo dan anak sungai Bengawan Jero, yaitu Bengawan Jero. Penetapan ini menyusul adanya perubahan iklim ekstrem atau fenomena El Nino yang meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.
Bupati Lamongan Yuhronur Effendi mengungkapkan, delapan kecamatan yang rawan banjir tersebut adalah Babat, Laren, Karanggeneng, Kalitengah, Turi, Deket, Karangbinangun, dan Glagah.
"Ada 6-8 kecamatan terjadi banjir. Semuanya berada di tepi sungai, baik Bengawan Solo maupun anak sungai Bengawan Solo, yaitu Bengawan Jero," kata Yuhronur Effendi usai memimpin apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi tahun 2023-2024 di Alun-Alun Kota Lamongan, Jumat (8/12/2023).
Apel kesiapsiagaan ini, lanjut Yuhronur, adalah upaya untuk meminimalisir dampak bencana, termasuk korban dan kerugian. "Kita ketahui bersama bahwa saat ini telah terjadi perubahan iklim yang tidak menentu atau yang biasa kita kenal dengan El Nino. Perubahan tersebut memungkinkan frekuensi bencana alam terjadi. Apel kesiapsiagaan ini adalah bagian dari unjuk kekuatan kita menghadapi bencana hidrometeorologi," tuturnya.
Mitigasi Bencana Terpadu
Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menetapkan arah kebijakan mitigasi bencana, baik secara struktural maupun non-struktural. Program prioritas Jamula, yang semula fokus pada peningkatan kualitas jalan dan jembatan, kini juga diarahkan untuk penanganan pencegahan dan pengendalian bencana.
Kolaborasi juga dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Upaya ini meliputi pembangunan rumah pompa di pintu Kuro, pengadaan dua unit pompa mobile, pengerukan sungai utama sepanjang 11 kilometer, pengerukan waduk dan embung untuk meningkatkan kapasitas tampungan air, serta pembersihan eceng gondok pada sungai sepanjang 35 kilometer.
Selain itu, pemerintah daerah juga menggalakkan pembentukan dan pembinaan 85 desa tangguh bencana, sosialisasi dan edukasi bencana kepada masyarakat rentan dan siswa mulai dari PAUD hingga SMA, serta mendorong pelestarian lingkungan hidup melalui program green and clean Desa Proklim dan desa berseri.
"Langkah taktis ini diharapkan mampu meningkatkan pelestarian lingkungan dan meminimalisir bencana banjir sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat," imbuh Yuhronur.
Kerugian Akibat Bencana Capai Puluhan Miliar
Kepala Pelaksana BPBD Lamongan Joko Raharto mengungkapkan, sepanjang tahun 2023, Lamongan telah mengalami berbagai bencana seperti puting beliung, tanah longsor, kekeringan, kebakaran, dan banjir. Kecamatan yang terdampak meliputi Babat, Laren, Kalitengah, Turi, Glagah, dan Karangbinangun, dengan total kerugian mencapai Rp 40,820 miliar.
"Untuk meminimalisir dampak bencana maka diperlukan peningkatan kapasitas kesiapsiagaan bencana pada semua level institusi mulai dari pemerintah daerah hingga level terendah yakni keluarga dan individu," terangnya.
Apel kesiapsiagaan ini, menurut Joko, menjadi momentum untuk mensinergikan seluruh personel yang terlibat dan memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang akan diterjunkan. "Dengan apel ini, seluruh personel harus siap. Kami sudah aktifkan kembali posko bencana hidrometeorologi di kantor BPPD Kabupaten Lamongan dan posko tanggap bencana di 27 Kecamatan se-kabupaten Lamongan," ungkap Joko.
Kesiapan Logistik dan Personel
BPBD Lamongan telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana, meliputi kendaraan angkut, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan kesehatan, sarana kedaulatan di daratan maupun di perairan, pompa mobile, gergaji mesin BPBD dan gergaji mesin di 27 kecamatan, tenda pengungsi, logistik penanganan kedaulatan berupa bahan pangan, dan material.
Dengan langkah-langkah antisipasi yang telah dilakukan, Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap dapat meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Sumber: news.detik.com