Editorial: Transparansi Anggaran Pemilu 2024: Jaminan Demokrasi yang Sehat (09 Juni 2025)
Editorial: MUI Mengecam Rencana Trump untuk Menguasai Gaza dan Relokasi Warganya Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras gagasan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk...
Editorial: MUI Mengecam Rencana Trump untuk Menguasai Gaza dan Relokasi Warganya
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras gagasan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Gaza dan merelokasi warganya secara permanen. MUI menilai rencana ini sebagai tindakan jahat yang harus ditolak oleh seluruh pihak. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, pada Rabu (5/2/2025), menanggapi pernyataan kontroversial Trump terkait masa depan Gaza.
Sudarnoto Abdul Hakim menyatakan bahwa kepemimpinan Amerika dan Israel tidak tulus dalam upaya gencatan senjata yang telah disepakati. "Menurut saya, kepemimpinan Amerika dan Israel benar-benar tidak sincere atau jujur terkait dengan gencatan senjata yang sudah disepakati. Masih terus dibuat rencana dan langkah-langkah yang meyakinkan agar Gaza dan Palestina secara keseluruhan tetap di bawah kontrol Israel dan Amerika," ujarnya.
MUI memandang bahwa gagasan relokasi ini akan merusak kemerdekaan Palestina. Oleh karena itu, Sudarnoto menekankan pentingnya kewaspadaan dan pengawasan terhadap setiap langkah yang diambil. "Ide relokasi Trump beberapa hari lalu telah diperkuat dengan pertemuan Trump-Netanyahu beberapa jam lalu. Karena itu, kewaspadaan dan pengawasan haruslah dilakukan secara lebih terukur agar semua upaya yang merusak dan menghancurkan cita-cita kemerdekaan Palestina bisa dihentikan," tegasnya.
Lebih lanjut, Sudarnoto menjelaskan bahwa gencatan senjata bertahap yang sedang berlangsung di Gaza merupakan jalan menuju kemerdekaan bagi Palestina dan keluarnya tentara pendudukan Israel dari seluruh wilayah Palestina. "Gencatan senjata bertahap ini adalah jalan untuk kemerdekaan Palestina dan pergi atau keluarnya tentara pendudukan Israel dari seluruh wilayah Palestina. Karena itu, proses ini harus dijaga sepenuhnya jangan sampai dirusak oleh rencana jahat Amerika-Israel," ucapnya.
MUI menyerukan kepada negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk bersatu dan menghentikan rencana AS tersebut. Menurutnya, persatuan adalah kunci untuk menggagalkan konspirasi jahat yang dapat merugikan Palestina. "Negara-negara OKI kembali dituntut untuk bersepakat melakukan langkah konstruktif menghadapi konspirasi jahat Amerika-Israel, menghentikan keinginan Amerika untuk taking over, owning, menguasai dan mengontrol Gaza," jelasnya.
Sudarnoto menambahkan bahwa dukungan dan bantuan yang tulus hanya bisa dilakukan oleh pihak-pihak yang selama ini membela Palestina. Ia mengingatkan untuk tidak berharap pada bantuan dan dukungan Amerika untuk rekonstruksi Gaza-Palestina, karena di balik itu ada motif tersembunyi. "Dukungan dan bantuan yang jernih dan tulus hanya bisa dilakukan oleh semua pihak yang selama ini membela Palestina. Jangan berharap terhadap bantuan dan dukungan Amerika untuk rekonstruksi Gaza-Palestina karena di balik itu ada motif busuk," lanjutnya.
MUI juga mendorong pemerintah Indonesia untuk terus melakukan konsolidasi dengan negara-negara yang selama ini memberikan pembelaan kepada Palestina. Langkah ini dianggap penting untuk melawan gagasan relokasi yang diusung oleh Trump. "Mendorong pemerintah RI untuk terus mengambil prakarsa melakukan dialog dan konsolidasi dengan negara-negara yang selama ini telah memberikan pembelaan kepada Palestina. Ada lebih 2/3 negara anggota PBB yang telah memberikan dukungan kepada Palestina. Pertemuan-pertemuan bilateral dan multilateral untuk mengawal gencatan senjata ini sungguh sangat penting antara lain untuk melawan ide relokasi Trump," katanya.
Kepada masyarakat dan umat Islam, MUI mengajak lembaga-lembaga filantropi dan komunitas pembela Palestina untuk memperkuat konsolidasi dan kebersamaan dalam membantu dan mengawal kemerdekaan Palestina. "Kepada masyarakat dan khususnya umat Islam, lembaga-lembaga filantropi dan lembaga/komunitas pembela Palestina agar semakin memperkuat konsolidasi dan kebersamaan untuk terus membantu dan mengawal kemerdekaan Palestina. Jangan biarkan Amerika Serikat mengambil alih dan mengontrol Gaza-Palestina. Persatuan di kalangan kita juga sangat penting, konsolidasi komunikasi pemerintah-masyarakat perlu penguatan," lanjutnya.
Sebelumnya, Donald Trump mengusulkan relokasi warga Gaza secara permanen, menyebut "masalah Gaza tidak pernah selesai". Gagasan ini disampaikan bersamaan dengan pernyataan bahwa AS akan menguasai Gaza untuk jangka panjang dan mengembangkan daerah itu secara ekonomi setelah penduduk Gaza direlokasi ke tempat lain.
Gagasan-gagasan Trump ini bertentangan dengan kebijakan AS selama puluhan tahun terhadap konflik Israel-Palestina. Trump juga menyerukan kepada negara-negara Arab untuk merelokasi warga Palestina di Jalur Gaza dan menawarkan dukungan untuk permukiman kembali mereka secara permanen, melampaui gagasan sebelumnya yang telah ditolak oleh para pemimpin negara Arab.
Sumber: news.detik.com