Opini & Editorial 22 Jun 2025, 14:03

Editorial Republika: Tantangan Integrasi Sistem Transportasi Publik di Jakarta Raya

Editorial Republika: Tantangan Integrasi Sistem Transportasi Publik di Jakarta Raya JAKARTA -- Kemacetan lalu lintas di Jakarta Raya masih menjadi persoalan pelik yang belum terpecahkan. Berbagai upay...

Editorial Republika: Tantangan Integrasi Sistem Transportasi Publik di Jakarta Raya

JAKARTA -- Kemacetan lalu lintas di Jakarta Raya masih menjadi persoalan pelik yang belum terpecahkan. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, namun efektivitasnya masih jauh dari harapan. Salah satu solusi yang terus didorong adalah integrasi sistem transportasi publik. Namun, realisasinya menghadapi berbagai tantangan kompleks.

Republika mencatat, integrasi transportasi publik di Jakarta bukan hanya sekadar menggabungkan berbagai moda seperti bus TransJakarta, MRT, LRT, dan KRL dalam satu sistem pembayaran atau rute. Lebih dari itu, integrasi membutuhkan koordinasi yang solid antar instansi terkait, perencanaan yang matang, serta investasi infrastruktur yang berkelanjutan.

Salah satu kendala utama adalah ego sektoral antar instansi. Masing-masing operator transportasi publik cenderung beroperasi secara independen, tanpa koordinasi yang memadai dalam hal rute, jadwal, dan tarif. Akibatnya, penumpang seringkali kesulitan berpindah antar moda transportasi, yang pada akhirnya membuat mereka enggan menggunakan transportasi publik.

"Integrasi ini bukan hanya soal fisik, tapi juga soal mentalitas. Kita harus menghilangkan ego sektoral dan mengutamakan kepentingan masyarakat," ujar pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Ellen Tangkudung, dalam sebuah diskusi publik beberapa waktu lalu.

Selain masalah koordinasi, investasi infrastruktur juga menjadi tantangan serius. Pembangunan infrastruktur transportasi publik membutuhkan dana yang sangat besar. Pemerintah perlu mencari sumber pendanaan yang berkelanjutan, baik dari APBN, APBD, maupun investasi swasta.

"Investasi di sektor transportasi publik adalah investasi jangka panjang. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBN atau APBD. Kita perlu menarik investasi swasta dengan memberikan insentif yang menarik," kata Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (INSTRAN), Deddy Herlambang.

Namun, investasi swasta juga bukan tanpa risiko. Pemerintah perlu memastikan bahwa investasi tersebut tidak memberatkan masyarakat, misalnya dengan menaikkan tarif transportasi publik secara signifikan.

Di sisi lain, pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan integrasi transportasi publik. Salah satunya adalah dengan terus mengkaji rencana perpanjangan jalur MRT hingga ke Tangerang Selatan. "Jakarta Terus Kaji Rencana Perpanjangan MRT ke Tangsel," demikian laporan Republika pada Ahad, 22 Juni 2025.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya meningkatkan kualitas layanan bus TransJakarta, menambah jumlah armada, serta memperluas jangkauan rute. Pemerintah juga mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi polusi udara di Jakarta.

Namun, upaya-upaya tersebut akan sia-sia jika tidak didukung oleh perubahan perilaku masyarakat. Masyarakat perlu didorong untuk lebih memilih menggunakan transportasi publik daripada kendaraan pribadi.

"Kita perlu mengkampanyekan penggunaan transportasi publik secara masif. Kita harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat menggunakan transportasi publik, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo.

Peningkatan kualitas hidup warga Jakarta sangat bergantung pada keberhasilan integrasi sistem transportasi publik. Solusi inovatif dan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah. Pemerintah, operator transportasi, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mewujudkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan terjangkau.

Tanpa adanya perubahan yang signifikan, Jakarta akan terus dibayangi oleh kemacetan yang merugikan semua pihak. Sudah saatnya semua pihak bersatu padu untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang layak huni dengan sistem transportasi publik yang andal.

Sumber: news.republika.co.id