Opini & Editorial 26 Jun 2025, 17:00

Editorial: Regulasi AI dan Perlindungan Data Pribadi, Urgensi di Era Digital

Bupati Humbahas Batalkan Retreat Kepala Daerah di Magelang, Patuhi Instruksi Megawati Magelang - Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Oloan Paniaran Nababan, membatalkan keikutsertaannya dalam retrea...

Bupati Humbahas Batalkan Retreat Kepala Daerah di Magelang, Patuhi Instruksi Megawati

Magelang - Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Oloan Paniaran Nababan, membatalkan keikutsertaannya dalam retreat kepala daerah yang diselenggarakan pemerintah di Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (21/2/2025). Pembatalan ini dilakukan atas instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, yang meminta seluruh kepala daerah dari PDIP untuk menunda kegiatan tersebut.

Oloan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Humbahas, membenarkan bahwa dirinya telah berada di Magelang, namun memutuskan untuk tidak mengikuti retreat setelah menerima instruksi dari Megawati.

"Kami tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut," kata Oloan kepada detikSumut, Jumat (21/2/2025).

Mantan Wakil Bupati Humbahas ini mengungkapkan bahwa dirinya telah tiba di Magelang sebelum menerima surat instruksi dari Megawati.

"Saya berangkat ke Magelang dan sudah berada di Magelang, ketika kami terima surat dari Ketua Umum," ucapnya.

Saat ini, Oloan masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Megawati. Ia berharap situasi ini dapat segera diselesaikan dengan baik.

"Sambil menunggu instruksi dari Ibu Ketua umum semua akan indah pada waktunya, kita berdoa akan baik-baik saja, yakinlah dan percaya," tutupnya.

Retreat bagi kepala daerah se-Indonesia ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh di Akademi Militer (Akmil) Magelang, dari tanggal 21 hingga 28 Februari 2025.

Instruksi penundaan retreat ini dikeluarkan oleh Megawati Soekarnoputri setelah Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus buronan Harun Masiku.

Surat instruksi dengan Nomor 7294/IN/DPP/II/2025 diterbitkan pada Kamis (20/2) dan disebarluaskan dalam bentuk dokumen elektronik melalui aplikasi WhatsApp oleh Juru Bicara (Jubir) PDIP, Guntur Romli. Surat tersebut ditandatangani dan diberi cap stempel resmi.

Dalam surat tersebut, terdapat dua poin instruksi utama:

  1. Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21-28 Februari 2025. Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang, untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum.
  2. Tetap berada dalam komunikasi aktif dan standby commander call.

Pembatalan keikutsertaan Oloan Paniaran Nababan dalam retreat kepala daerah di Magelang ini menunjukkan soliditas kader PDIP dalam mematuhi instruksi partai. Meskipun telah berada di lokasi acara, Oloan memilih untuk mengikuti arahan Megawati Soekarnoputri dan menunggu instruksi lebih lanjut. Kejadian ini menjadi sorotan publik, terutama di tengah situasi politik yang sedang berkembang terkait penahanan Sekjen PDIP oleh KPK.

Sumber: news.detik.com