Opini & Editorial 10 Jun 2025, 16:52

Editorial: Polemik RUU Kebudayaan - Perlu Dialog yang Lebih Inklusif

BNI Salurkan Kredit Rp326,74 Triliun di Kuartal I 2016, Tumbuh 21,2 Persen Jakarta, CNN Indonesia - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 21,2...

BNI Salurkan Kredit Rp326,74 Triliun di Kuartal I 2016, Tumbuh 21,2 Persen

Jakarta, CNN Indonesia - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 21,2 persen pada kuartal pertama tahun 2016. Hingga 31 Maret 2016, BNI telah menyalurkan kredit senilai Rp326,74 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp269,51 triliun.

Pencapaian ini diumumkan oleh Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni, yang mengakui adanya tantangan ekonomi pada awal tahun ini. "Kuartal pertama ini merupakan periode yang cukup berat, mengingat terjadinya tekanan terhadap beberapa sektor ekonomi yang menjadi segmen andalan BNI, seperti perdagangan yang tertekan oleh menurunnya permintaan dari beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor. Namun demikian, pertumbuhan bisnis kami mengindikasikan kinerja yang tetap stabil," ujarnya kemarin.

Sektor korporasi masih menjadi penyumbang terbesar dalam penyaluran kredit BNI, mencakup 71,7 persen dari total kredit perseroan. Pada kuartal I 2016, kredit korporasi tumbuh 22,7 persen, dari Rp190,95 triliun pada kuartal pertama 2015 menjadi Rp234,22 triliun.

Salah satu sektor yang mendorong pertumbuhan kredit korporasi adalah sektor konstruksi. Kredit di sektor ini melonjak tajam hingga 127,5 persen, mencapai Rp5,99 triliun pada Maret 2016. Selain konstruksi, sektor manufaktur, pertanian, transportasi, dan pergudangan juga mengalami peningkatan dalam penyaluran kredit.

Sementara itu, kredit sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menunjukkan performa yang positif. BNI mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,8 persen dalam penyaluran kredit UMKM, dari Rp52,53 triliun menjadi Rp57,65 triliun pada kuartal pertama tahun ini. BNI memberikan perhatian khusus pada penetrasi kredit berbasis UMKM sebagai salah satu strategi utama.

Selain pertumbuhan kredit, BNI juga mencatat peningkatan dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). DPK BNI meningkat 21,8 persen menjadi sebesar Rp371,56 triliun per Maret 2016. Dari total DPK tersebut, dana murah (Current Account Saving Account/CASA) masih mendominasi hingga 58,5 persen atau sekitar Rp217,25 triliun. Dana murah ini tercatat tumbuh 12,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan DPK ini, menurut Baiquni, merupakan hasil dari upaya berkelanjutan BNI untuk meningkatkan kualitas layanan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BNI mengoperasikan 1.862 gerai di seluruh Indonesia, di samping kantor-kantor perwakilan di luar negeri.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BNI tetap terjaga pada level yang sehat, yaitu 19,9 persen. Secara fundamental, penyisihan pencadangan juga tetap terjaga dengan baik, dengan tingkat Non-Performing Loan (NPL) coverage ratio meningkat dari 130,5 persen menjadi 142,4 persen.

Dengan kinerja positif di kuartal pertama 2016, BNI optimis dapat terus meningkatkan penyaluran kredit dan menghimpun dana pihak ketiga. Fokus pada sektor korporasi dan UMKM, serta peningkatan kualitas layanan, akan menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi yang ada. BNI juga berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan ekonomi Indonesia melalui penyediaan layanan keuangan yang inovatif dan inklusif.

Sumber: cnnindonesia.com