Opini & Editorial 09 Jun 2025, 22:43

Editorial: Evaluasi Setahun Pemerintahan: Antara Janji dan Realita

Real Madrid Tuduh UEFA Berkonspirasi Usai Dipertemukan dengan Manchester City di Liga Champions Madrid - Real Madrid melontarkan tuduhan kontroversial terhadap UEFA setelah undian babak 16 besar Liga...

Real Madrid Tuduh UEFA Berkonspirasi Usai Dipertemukan dengan Manchester City di Liga Champions

Madrid - Real Madrid melontarkan tuduhan kontroversial terhadap UEFA setelah undian babak 16 besar Liga Champions mempertemukan mereka dengan Manchester City. Klub raksasa Spanyol itu menuding UEFA sengaja mengatur undian untuk menjegal langkah mereka di kompetisi elit Eropa tersebut. Tudingan ini muncul di tengah performa kurang memuaskan El Real belakangan ini, yang diwarnai badai cedera dan belum padunya lini serang.

Tudingan konspirasi ini pertama kali disiarkan melalui Real Madrid TV, saluran televisi resmi klub. Madrid menilai Manchester City sebagai lawan yang sangat berat dan berpotensi besar menyingkirkan mereka dari Liga Champions. Fakta bahwa Madrid belum pernah menang saat bertandang ke markas Manchester City semakin memperkuat kekhawatiran mereka.

Tudingan keras ini sontak memicu reaksi beragam dari warganet dan pecinta sepak bola di seluruh dunia. Sebagian besar menganggap tudingan tersebut tidak berdasar dan cenderung konyol. Mereka menilai bahwa performa buruk Real Madrid-lah yang menjadi penyebab utama kesulitan mereka, bukan konspirasi dari pihak lain.

Performa Real Madrid memang tengah menjadi sorotan. Di liga domestik, mereka kesulitan menembus papan atas klasemen. Hingga pekan terakhir, mereka terpuruk di peringkat ke-11 dengan catatan lima kali menang dan tiga kali kalah. Mereka bahkan terpaut satu poin dari Aston Villa yang menghuni peringkat kedelapan.

Performa buruk ini juga tercermin di pertandingan pramusim. Madrid menelan kekalahan dari Lille (0-1), AC Milan (1-3), dan Liverpool (0-2). Badai cedera yang menimpa sejumlah pemain pilar menjadi salah satu faktor penyebabnya. Selain itu, lini serang mereka juga belum mampu menampilkan performa terbaiknya, terutama dengan kehadiran pemain baru seperti Mbappe yang belum sepenuhnya menyatu dengan tim.

Dengan performa yang belum stabil, Real Madrid harus menghadapi tantangan berat di babak 16 besar Liga Champions. Mereka akan bertandang ke markas Manchester City pada 12 Februari, sebelum menjamu sang juara bertahan di kandang sendiri pada 20 Februari. Pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi Madrid untuk membuktikan kualitas mereka dan membungkam tudingan konspirasi yang mereka lontarkan.

Selain Liga Champions, jadwal Real Madrid di bulan Februari juga sangat padat. Mereka akan menjalani total delapan pertandingan di berbagai kompetisi, termasuk LaLiga dan Copa Del Rey. Padatnya jadwal ini tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain untuk menjaga kondisi fisik dan mental mereka.

Mampukah Real Madrid mengatasi segala tantangan dan membuktikan bahwa mereka layak melaju lebih jauh di Liga Champions? Atau justru tudingan konspirasi ini hanya menjadi alibi atas performa buruk mereka? Jawabannya akan kita saksikan di lapangan hijau. Yang pasti, pertandingan melawan Manchester City akan menjadi salah satu laga paling menarik dan dinantikan di babak 16 besar Liga Champions musim ini.

Sumber: news.detik.com