Politik & Hukum 16 Jun 2025, 04:44

DPR Sahkan RUU Keamanan Siber, Kontroversi Pembatasan Kebebasan Berekspresi Mencuat

Jakarta, Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenang sosok mantan Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad sebagai pahlawan yang berjuang membangun Indonesia menjadi lebih baik. Kenangan ini...

Jakarta, Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenang sosok mantan Menteri Keuangan Mar'ie Muhammad sebagai pahlawan yang berjuang membangun Indonesia menjadi lebih baik. Kenangan ini dibagikan Sri Mulyani dalam acara peluncuran biografi Mar'ie Muhammad di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2025).

Sri Mulyani, yang akrab disapa Ani, telah mengetahui reputasi Mar'ie sebagai "Mr Clean" sejak menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1980-an. Namun, ia baru mengenal Mar'ie secara pribadi pada masa krisis ekonomi 1997-1998.

"Perkenalan secara pribadi dimulai pada saat terjadinya krisis ekonomi tahun 1997-1998. Di mana saya diundang Masyarakat Transparansi Indonesia dan kemudian menghasilkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, Mar'ie Muhammad adalah sosok yang konsisten dalam hal integritas, tata kelola yang baik, dan anti-korupsi. Hubungan mereka semakin dekat setelah Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 2005.

"Saya menjadi Menteri Keuangan Tahun 2005 dalam sebuah suasana reformasi yang masih baru (dan) harus membangun Kementerian Keuangan yang waktu itu reputasinya masih belum baik," ungkapnya. Sri Mulyani menggambarkan karyawan Kementerian Keuangan saat itu sebagai "jamaah yang tersesat," sehingga tugasnya adalah mengembalikan kementerian ke jalan yang benar.

Karena masih muda saat memimpin lembaga besar, Sri Mulyani meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menunjuk penasihat. SBY memilih Mar'ie Muhammad dan mantan Jaksa Agung Marsilam Simanjuntak.

"Dua-duanya terkenal sebagai orang bersih, tidak punya konflik kepentingan, orang yang committed (berkomitmen) dan luar biasa menjadi the most trusted confidence dan juga something (orang yang mampu dipercayai) bagi saya," kenang Sri Mulyani. Ia menyediakan kantor khusus bagi Mar'ie dan Marsilam di Kementerian Keuangan, kantor Pajak, dan Bea Cukai.

Sri Mulyani dan Mar'ie Muhammad tumbuh di dua zaman yang berbeda, sehingga terkadang berbeda pendapat. Namun, perbedaan ini justru menjadi inspirasi bagi Sri Mulyani.

Di depan istri Mar'ie Muhammad, Ayu Remayati, Sri Mulyani menyebut Mar'ie sebagai seorang legenda. "Buat saya, Pak Mar'ie adalah legenda. Karena sesuatu yang rasanya nggak mungkin untuk membangun sebuah reputasi yang uncompromised seperti Pak Mar'ie dalam suasana dan lingkungan yang sungguh-sungguh sangat menantang dan kompleks," jelasnya.

Sri Mulyani juga menganggap Mar'ie sebagai role model yang nyata dan memberikan kekuatan moral untuk membangun Kementerian Keuangan seperti yang dikenal saat ini. "Dia adalah role model yang luar biasa dan memberikan kekuatan moral dalam memahami operasi bahkan politik yang tidak mudah pada masa-masa kita harus membangun fondasi awal bagi Kementerian Keuangan."

Pada 2010, Sri Mulyani mengundurkan diri dari jabatan Menteri Keuangan dan menjadi Managing Director Bank Dunia. Ia menceritakan hal ini kepada Mar'ie Muhammad.

"Waktu saya harus mengundurkan diri dan pindah, beliau sangat broken hearted. Saya tahu, saya pamit kepada beliau, nggak banyak kata-kata tapi rasanya menyayangkan kenapa saya pergi," kenangnya.

Pada 2016, Sri Mulyani merasakan kesedihan yang mendalam atas kepergian Mar'ie Muhammad. "Waktu beliau sakit dan kemudian meninggal, saya baru saja kembali lagi ke Indonesia. Belum ada 6 bulan saya dengar beliau sakit dan kemudian saya yang broken hearted kehilangan beliau," tambahnya sambil menyeka air mata.

Kehadiran Mar'ie Muhammad sangat membekas dalam hidup Sri Mulyani. Mar'ie adalah contoh yang memberikan teladan di awal-awal Sri Mulyani menjadi pejabat publik.

Sri Mulyani mengucapkan terima kasih kepada istri Mar'ie Muhammad dan keluarganya karena telah memberikan waktu berharga Mar'ie untuk membangun negeri.

"Pak Mar'ie itu akan menjadi inspirasi yang tidak pernah berhenti bagi seluruh masyarakat Indonesia. Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada asalnya dan saya rasa itulah Pak Mar'ie," tegas Sri Mulyani. "Tidak pernah memboroskan atau menyia-nyiakan waktu di mana beliau menjadi orangnya dan pada masanya. Itu adalah inspirasi yang sungguh sangat berharga bagi kita semua," tutup Sri Mulyani. Kenangan Sri Mulyani ini menjadi pengingat akan pentingnya integritas dan komitmen dalam membangun bangsa.

Sumber: news.detik.com