Ekonomi & Bisnis 21 Jun 2025, 22:55

BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Hari Ini, Sesuai Ramalan Sri Mulyani?

BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2022 Hari Ini, Sesuai Ramalan Sri Mulyani? Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk k...

BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2022 Hari Ini, Sesuai Ramalan Sri Mulyani?

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal II-2022 pada hari ini. Pengumuman ini menjadi sorotan utama mengingat berbagai proyeksi yang telah disampaikan oleh pemerintah dan para ekonom.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sebelumnya telah menyampaikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal II akan berada di atas 5%. Optimisme ini didasarkan pada berbagai indikator yang menunjukkan pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.

Prediksi Para Ekonom Bervariasi

Menjelang pengumuman resmi dari BPS, berbagai kalangan ekonom telah menyampaikan proyeksi mereka terkait pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022. Ryan Kiryanto, Ekonom dan Co-Founder & Dewan Pakar Institute Social, Economics and Digital, memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia secara tahunan (year on year/yoy) akan mencapai 5,1%.

"PDB Indonesia di kuartal II-2022 diperkirakan tumbuh 5,1% didukung oleh pemulihan perekonomian dari sisi belanja rumah tangga mungkin tumbuh 5,2% yoy, investasi langsung (PMTB), belanja pemerintah dan surplus ekspor-impor," ujar Ryan. Ia menambahkan bahwa kontribusi terbesar berasal dari konsumsi rumah tangga domestik sekitar 56%, belanja pemerintah 10%, investasi 30%, dan ekspor-impor 4%.

Secara spasial, Ryan memprediksi bahwa Pulau Jawa akan mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, sekitar 5,2%, dibandingkan dengan angka nasional. Kontribusi Jawa diperkirakan mencapai 54%, diikuti oleh Sumatera 21%, dan sisanya dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, dan Nusa Tenggara.

"Pembukaan aktivitas menjadi faktor utama pemicu pemulihan ekonomi, terutama di Mei-Juni karena libur panjang mendorong mobilitas orang dengan konsumsi hospitality atau kuliner (makanan, minuman) dan transportasi yang tinggi sehingga menjadi penyebab dominan kenaikan inflasi mendekati 4,5% per Juni," jelas Ryan.

Sementara itu, Ekonom PermataBank, Josua Pardede, memiliki proyeksi yang sedikit lebih konservatif. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 akan berada di kisaran 4,88% yoy. Pertumbuhan ini menurutnya akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.

"Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh sekitar 5,25% yoy dari kuartal sebelumnya 4,34% yoy," kata Josua. Ia menyoroti bahwa sebagian besar indikator konsumsi mencatatkan kondisi yang solid, seperti mobilitas masyarakat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), penjualan eceran, penjualan otomotif, pertumbuhan uang beredar (M2), dan inflasi sisi permintaan.

Indikator Konsumsi Menguat

Josua menjelaskan bahwa IKK pada akhir kuartal II-2022 tercatat tetap kuat, yaitu sebesar 128,2, meningkat dari IKK pada kuartal I 2022 sebesar 111. Penjualan eceran pada kuartal II-2022 juga mencatat pertumbuhan yang signifikan, yaitu 15,4% yoy dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 9,3% yoy.

Namun, pertumbuhan uang beredar (M2) pada akhir kuartal II-2022 tumbuh melambat menjadi 10,6% yoy dari akhir kuartal I-2022 yang tercatat 13,3% yoy. Inflasi inti yang mengindikasikan sisi permintaan pada kuartal I-2022 juga menunjukkan tren kenaikan dengan laju 2,63% yoy dari akhir kuartal sebelumnya yang tercatat tumbuh 2,37% yoy.

Di sisi lain, penjualan mobil secara ritel mencatatkan pertumbuhan yang melambat menjadi 8,3% yoy dari kuartal sebelumnya 33,7% yoy. Sementara itu, penjualan motor cenderung terkontraksi -14,9% yoy dari kuartal sebelumnya yang tercatat -2,4% yoy.

Analisis LPEM FEB UI

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) dalam seri analisis Makroekonomi Indonesia Economic Outlook memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal II akan tumbuh 5,07%. Hal ini didorong oleh pelonggaran pembatasan mobilitas sosial bersamaan dengan realisasi vaksinasi yang lebih cepat mendukung pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang signifikan.

"Terlepas dari tekanan eksternal yang dapat mengarah pada kombinasi perlambatan ekonomi dan peningkatan tekanan inflasi, data sektor riil Indonesia menunjukkan bahwa aktivitas konsumen dan produsen masih bertahan kuat," tulis LPEM FEB UI.

Penantian Pengumuman Resmi

Dengan berbagai proyeksi yang telah disampaikan, pengumuman resmi dari BPS hari ini menjadi sangat dinantikan. Data resmi ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 dan menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan ekonomi ke depan. Apakah angka yang diumumkan BPS akan sesuai dengan ramalan Sri Mulyani atau justru meleset, akan segera terjawab.

Sumber: finance.detik.com