Lingkungan & Cuaca 16 Jul 2025, 07:57

BMKG: Wilayah yang Diprediksi Akan Hujan Sepanjang 16-17 Juli 2025

KOMPAS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca hujan lebat dan angin kencang pada Rabu (16/7/2025) dan Kamis (17/7/2025). Berdasarkan analisis terkini terhada...

KOMPAS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca hujan lebat dan angin kencang pada Rabu (16/7/2025) dan Kamis (17/7/2025).

Berdasarkan analisis terkini terhadap dinamika atmosfer, potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, angin kencang, dan gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan,” ungkap BMKG dikutip dari lamanresminya.

Baca juga:BMKG Ungkap Penyebab Munculnya Embun Upas di Dieng dan Suhu Capai 5 Derajat Celsius

Aktivitas gelombang ekuator di atmosfer, diperkirakan menjadi salah satu faktor penting yang memicu peningkatan konvektivitas dan pembentukan hujan di berbagai wilayah tersebut.

Selama periode ini, kombinasi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, Rossby Ekuatorial, dan Mixed Rossby Gravity (MRG) diprediksi secara bersamaan aktif di beberapa wilayah.

“Gelombang-gelombang ekuator di atmosfer tersebut berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan konvektif dan potensi hujan di wilayah-wilayah tersebut,” terang BMKG.

Selain itu, sirkulasi siklonik diperkirakan berkembang di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera Barat dan di Samudra Pasifik utara Papua.

Baca juga:Tak Hanya Merusak, Badai Tropis Juga Memberi Manfaat bagi Bumi, Apa Saja?

Sirkulasi-sirkulasi siklonik ini turut membentuk zona konvergensi dan konfluensi angin, masing-masing di wilayah barat Bengkulu (Samudra Hindia) dan timur Filipina (Samudra Pasifik).

“Sehingga memperkuat dinamika atmosfer regional. Potensi terjadinya cuaca signifikan juga diperkuat oleh kondisi labilitas atmosfer yang tinggi, yang mendukung peningkatan aktivitas konvektif skala lokal,” jelas BMKG.

Kemudian, peningkatan kecepatan angin permukaan yang diprediksi melebihi 25 knot juga terpantau di sejumlah wilayah perairan.

Kondisi ini berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang laut secara signifikan di wilayah-wilayah tersebut.

Baca juga:Ramai soal Tak Ada Badai yang Melintasi Garis Khatulistiwa, Ini Kata BMKG

Dilansir dari lamanBMKG, berikut perkiraan hujan lebat dan angin kencang pada 16-17 Juli 2024 di berbagai wilayah Indonesia:

Baca juga:Ramai soal Indonesia Diklaim Bakal Alami Hujan Salju pada 2026, BMKG Buka Suara

Baca juga:Ramai soal Kemunculan Awan Horizontal di Langit Yogyakarta, Benarkah Pertanda Gempa?

Sumber: kompas.com