Sosial & Budaya 19 Jun 2025, 10:45

Asal mula arisan dan perkembangannya dalam budaya Indonesia

Arisan: Tradisi Sosial Berakar dari Budaya Tionghoa yang Melekat dalam Masyarakat Indonesia Jakarta (ANTARA) - Arisan, sebuah tradisi sosial yang melibatkan pengumpulan dana secara bergilir, telah lam...

Arisan: Tradisi Sosial Berakar dari Budaya Tionghoa yang Melekat dalam Masyarakat Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Arisan, sebuah tradisi sosial yang melibatkan pengumpulan dana secara bergilir, telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Lebih dari sekadar sarana finansial, arisan juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan sosial antar anggotanya. Namun, tahukah Anda bahwa praktik yang mengakar kuat ini ternyata memiliki akar budaya Tionghoa yang telah berakulturasi dengan nilai-nilai lokal Indonesia?

Jejak Akulturasi: Dari Tiongkok ke Nusantara

Konsep arisan diperkirakan telah hadir dalam komunitas Tionghoa selama lebih dari seribu tahun. Sistem ini tumbuh sebagai wujud solidaritas dan dukungan finansial antar anggota komunitas melalui kontribusi dan penerimaan dana secara bergilir. Seiring dengan kedatangan pedagang Tionghoa ke Nusantara pada masa perdagangan internasional, terjadi proses akulturasi budaya yang menyebabkan konsep ini diadopsi dan dimodifikasi oleh masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, arisan tidak terbatas pada etnis atau daerah tertentu. Praktik ini telah meresap dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat secara menyeluruh, dari perkotaan hingga pedesaan. Nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kekeluargaan, dan kebersamaan semakin memperkaya makna arisan dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami Arisan: Definisi dan Mekanismenya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arisan adalah kegiatan mengumpulkan uang atau barang oleh sejumlah orang, yang hasilnya diberikan kepada salah satu anggota melalui sistem undian secara berkala, hingga seluruh peserta memperoleh giliran.

Dalam praktiknya, arisan dilakukan oleh kelompok orang yang berkumpul secara berkala sesuai kesepakatan. Setiap anggota menyetorkan sejumlah uang atau barang dengan nominal yang telah ditentukan. Selanjutnya, dilakukan pengundian untuk menentukan siapa yang berhak menerima dana atau barang tersebut pada periode itu. Proses ini berlanjut hingga semua peserta mendapatkan giliran masing-masing.

Variasi Arisan: Lebih dari Sekadar Uang

Arisan memiliki beragam jenis yang berkembang di masyarakat, antara lain:

  1. Arisan Uang: Jenis yang paling umum, di mana setiap peserta menyetor uang secara berkala dan mendapatkan giliran menerima seluruh setoran dari kelompok.
  2. Arisan Barang: Biasanya dilakukan di lingkungan pedesaan untuk membantu anggota yang hendak menggelar hajatan. Peserta membawa barang kebutuhan pokok yang disumbangkan kepada anggota yang sedang mengadakan acara.
  3. Arisan Emas: Semakin populer karena nilainya yang cenderung stabil dan dianggap sebagai bentuk investasi. Salah satu contohnya adalah arisan emas di Pegadaian.

Arisan: Lebih dari Sekadar Keuangan

Arisan bukan hanya sekadar mekanisme keuangan informal, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial. Dalam banyak kasus, arisan menjadi wadah untuk berbagi cerita, motivasi, dan memperkuat ikatan kekeluargaan. Keikutsertaan dalam arisan juga menjadi cara bagi seseorang untuk menabung secara disiplin.

Dari sisi sosial, arisan menumbuhkan kepercayaan, solidaritas, serta rasa tanggung jawab kolektif. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai dalam ajaran Islam tentang pentingnya silaturahmi dan saling tolong menolong. Hukum arisan termasuk dalam ranah muamalah yang bersifat mubah (boleh), selama tidak mengandung unsur penipuan atau riba.

Waspada Arisan Bodong: Risiko yang Mengintai

Meskipun memiliki banyak manfaat, praktik arisan juga tidak luput dari risiko, terutama yang dikenal dengan istilah arisan bodong. Kasus penipuan berkedok arisan kerap terjadi, di mana pelaku menghilang setelah mengumpulkan sejumlah dana dari para peserta.

Salah satu kasus terjadi di Bogor pada akhir tahun 2024 yang menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah dan kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dan selektif dalam mengikuti kelompok arisan.

Arisan: Warisan Budaya yang Perlu Dijaga

Arisan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia sejak lama. Bahkan dalam catatan sejarah, arisan sudah dikenal sejak masa kerajaan-kerajaan di Nusantara. Kala itu, arisan digunakan sebagai sarana gotong royong dalam membangun infrastruktur atau membantu sesama.

Istilah "arisan" sendiri diyakini berasal dari kata "aris" yang berarti "bergiliran", mencerminkan sistem rotasi penerimaan dana dalam kelompok tersebut.

Arisan merupakan tradisi yang berakar dari budaya Tionghoa dan telah berkembang secara khas di Indonesia melalui proses akulturasi. Kini, arisan bukan sekadar sistem keuangan informal, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang memperkuat nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepercayaan.

Meskipun membawa banyak manfaat, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan dalam bentuk arisan bodong. Memastikan kredibilitas penyelenggara dan transparansi aturan menjadi langkah awal untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam mengikuti kegiatan arisan.

Sumber: antaranews.com