Kesehatan 23 Jun 2025, 07:58

AHF Indonesia Serukan Kesetaraan pada Peringatan Hari Kesehatan Menstruasi

AHF Indonesia Serukan Kesetaraan pada Peringatan Hari Kesehatan Menstruasi JAKARTA – AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia memperingati Hari Kesehatan Menstruasi bersama siswa SMPN 141 Jakarta pa...

AHF Indonesia Serukan Kesetaraan pada Peringatan Hari Kesehatan Menstruasi

JAKARTA – AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia memperingati Hari Kesehatan Menstruasi bersama siswa SMPN 141 Jakarta pada tanggal 28 Mei. Peringatan ini bertujuan untuk mengatasi stigma, tabu, budaya, dan kurangnya akses terhadap kebersihan menstruasi yang dapat merendahkan martabat serta meningkatkan risiko HIV di kalangan perempuan dan anak perempuan yang mengalami menstruasi.

Secara global, perempuan dan anak perempuan, terutama di wilayah seperti Afrika Sub-Sahara, menghadapi beban HIV yang tidak proporsional. Kurangnya akses terhadap pembalut seringkali memaksa mereka untuk absen dari sekolah, yang meningkatkan kemungkinan putus sekolah.

Asep Eka Nur Hidayat, Country Program Manager AHF Indonesia, menjelaskan bahwa situasi ini seringkali berujung pada meningkatnya praktik seks transaksional atau lintas generasi. Hal ini membatasi kemampuan mereka untuk bernegosiasi dalam hubungan seksual yang aman, sehingga meningkatkan risiko penularan HIV.

"Peringatan Hari Kesehatan Menstruasi oleh AHF di seluruh dunia merupakan bagian dari upaya pencegahan strategis yang lebih luas untuk menyoroti keterkaitan antara kesehatan menstruasi dan HIV, mendorong ketersediaan serta aksesibilitas produk menstruasi, serta mengintegrasikan informasi dan layanan kesehatan seksual dan reproduksi," ujar Asep. Ia menambahkan bahwa upaya ini bertujuan untuk memastikan perempuan dan anak perempuan yang mengalami menstruasi memiliki akses terhadap pembalut, tes HIV, dan layanan perawatan penting lainnya.

Asep juga menekankan bahwa Hari Kesehatan Menstruasi bukan hanya sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah momentum penting yang diperingati di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, khususnya untuk remaja perempuan.

"Acara ini juga adalah upaya meningkatkan pengetahuan remaja perempuan Indonesia mengenai manajemen menstruasi yang baik, pengetahuan kesehatan reproduksi, peningkatan kebersihan menstruasi, serta meyakinkan para remaja perempuan untuk tetap bersekolah dan beraktivitas, mengurangi stigma dan diskriminasi, serta memungkinkan mereka untuk berkembang selama masa menstruasi," jelas Asep.

AHF Indonesia memandang pentingnya edukasi dan akses terhadap informasi yang benar mengenai kesehatan menstruasi. Stigma dan tabu seputar menstruasi seringkali menghalangi perempuan dan anak perempuan untuk mendapatkan perawatan dan dukungan yang mereka butuhkan. Dengan meningkatkan kesadaran dan menyediakan akses terhadap produk menstruasi yang terjangkau, AHF Indonesia berharap dapat membantu perempuan dan anak perempuan untuk menjaga kesehatan dan martabat mereka.

Selain itu, AHF Indonesia juga menekankan pentingnya integrasi layanan kesehatan seksual dan reproduksi dengan layanan kesehatan menstruasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa perempuan dan anak perempuan memiliki akses terhadap informasi yang komprehensif mengenai kesehatan reproduksi, termasuk pencegahan HIV.

Melalui peringatan Hari Kesehatan Menstruasi ini, AHF Indonesia menyerukan kesetaraan dan keadilan bagi perempuan dan anak perempuan dalam mengakses layanan kesehatan yang mereka butuhkan. Dengan mengatasi stigma dan tabu seputar menstruasi, serta meningkatkan akses terhadap informasi dan layanan kesehatan yang relevan, diharapkan perempuan dan anak perempuan dapat hidup sehat dan produktif.

Peringatan Hari Kesehatan Menstruasi ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mendukung perempuan dan anak perempuan dalam mengelola kesehatan menstruasi mereka. Dukungan ini dapat berupa penyediaan produk menstruasi yang terjangkau, edukasi mengenai kesehatan reproduksi, serta penciptaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak perempuan untuk berbicara mengenai masalah menstruasi mereka.

Dengan upaya bersama dari berbagai pihak, diharapkan stigma dan tabu seputar menstruasi dapat dihilangkan, dan perempuan serta anak perempuan dapat hidup sehat dan produktif tanpa terhalang oleh masalah menstruasi.

Sumber: news.republika.co.id