Internasional 20 Jun 2025, 04:58

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini OTTAWA, KANADA - Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat dengan aksi saling serang antara Israel dan Iran yang tak kunjung mereda. Di tengah situasi ini,...

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

OTTAWA, KANADA - Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat dengan aksi saling serang antara Israel dan Iran yang tak kunjung mereda. Di tengah situasi ini, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan dukungan penuh untuk Israel, bahkan menyebut negara itu melakukan "pekerjaan kotor untuk kita semua." Pernyataan ini muncul di sela-sela KTT G7 di Kanada pada Rabu (18/6/2025).

"Ini adalah pekerjaan kotor yang dilakukan Israel untuk kita semua. Kita juga adalah korban dari rezim ini. Rezim mullah ini telah membawa kematian dan kehancuran bagi dunia," ujar Merz dalam wawancara dengan televisi ZDF. Dukungan Jerman ini menambah daftar panjang dukungan internasional untuk Israel di tengah konflik yang berkecamuk.

Selain dukungan dari Jerman, berikut adalah rangkuman berita internasional lain yang menjadi perhatian utama pembaca hari ini:

1. Timur Tengah Memanas, 4 Pesawat Pengebom AS Ditempatkan di Diego Garcia

Empat pesawat pengebom Stratofortress Amerika Serikat (AS) terdeteksi berada di pangkalan Diego Garcia, sebuah pulau strategis di Samudra Hindia. Penempatan pesawat-pesawat ini terjadi seiring dengan konflik yang terus berlanjut antara Israel dan Iran sejak pekan lalu.

Pangkalan Diego Garcia, yang disewakan kepada AS oleh Inggris, merupakan salah satu fasilitas militer utama Washington di kawasan Asia-Pasifik. Pangkalan ini sering digunakan sebagai pusat bagi pesawat pengebom dan kapal jarak jauh selama perang di Afghanistan dan Iran. Keberadaan pesawat-pesawat pengebom AS ini terungkap melalui citra satelit terbaru yang dirilis oleh Planet Labs.

2. Terus Diserang Iran, Israel Mulai Kehabisan Stok Pencegat Rudal

Israel dilaporkan mulai mengalami kekurangan stok pencegat rudal Arrow di tengah serangan udara yang terus menerus dari Iran. Konflik antara kedua negara telah berlangsung selama enam hari berturut-turut.

Kondisi ini memicu kekhawatiran tentang kemampuan Israel dalam mencegat dan melawan rudal balistik jarak jauh dari Iran jika konflik tidak segera dihentikan. Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan kepada Wall Street Journal (WSJ) dan Reuters bahwa Israel mulai kehabisan rudal pencegat defensif.

3. GBU-57, Bom Khusus AS yang Bisa Hancurkan Situs Nuklir Bawah Tanah Iran

Bom penghancur bunker GBU-57 menjadi sorotan di tengah potensi eskalasi konflik. Bom ini adalah satu-satunya senjata yang diyakini mampu menghancurkan fasilitas nuklir Iran yang terkubur jauh di bawah tanah. Senjata ini disebut-sebut menjadi opsi yang mungkin diambil oleh Presiden Donald Trump jika ia memutuskan untuk memberikan dukungan militer langsung kepada Israel dalam konflik melawan Iran.

GBU-57 adalah hulu ledak seberat 30.000 pon (13.607 kg) yang mampu menembus 200 kaki (61 meter) di bawah tanah sebelum meledak. Bom yang sangat kuat ini tidak tersedia dalam gudang senjata Israel.

4. Memanas! AS Kirim Lebih Banyak Jet Tempur ke Timur Tengah

Amerika Serikat (AS) terus memperkuat posisi militernya di Timur Tengah. Skuadron jet tempur tambahan telah dikerahkan ke kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, menurut para pejabat AS seperti dilansir Al Arabiya, telah memberikan sejumlah opsi militer kepada Presiden Donald Trump dan sedang mempertimbangkan pengerahan aset militer lebih lanjut. Trump melontarkan peringatan keras terhadap Iran pada Selasa (17/6), termasuk ancaman terselubung terhadap pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Kesimpulan

Situasi di Timur Tengah semakin memanas dengan keterlibatan berbagai negara dan peningkatan kekuatan militer di kawasan tersebut. Dukungan internasional untuk Israel, termasuk dari Jerman dan Amerika Serikat, semakin memperumit dinamika konflik. Sementara itu, kekurangan stok rudal pencegat di Israel dan penempatan pesawat pengebom AS menunjukkan kesiapan untuk menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut. Dunia internasional terus memantau perkembangan ini dengan harapan de-eskalasi dan penyelesaian konflik secara damai.

Sumber: news.detik.com